Deteksi Dini ISPA, Sekolah Periksa Kesehatan Siswa

  • 09 Sep 2026 12:10 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus digencarkan bagi siswa sekolah di Kota Banjarmasin. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik anak sekaligus mendeteksi lebih dini gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pelaksanaan CKG di tingkat sekolah digelar secara intensif seiring memburuknya kualitas udara akibat paparan kabut asap Karhutla. Di SMPN 1 Banjarmasin, pemeriksaan ditujukan untuk memantau tumbuh kembang sekaligus mendeteksi siswa yang bergejala ISPA.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 1 Banjarmasin, Nurul Herliani, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan agenda rutin berkala. Namun, momentum CKG kali ini terasa sangat tepat karena bertepatan dengan maraknya paparan kabut asap.

“Kebetulan kan ini berkaitan, kita pas masa lagi kabut asap dan karhutla bertepatan dengan waktunya kami CKG. Jadi ini saat yang tepatlah untuk sekaligus kami mencek keadaan anak-anak,” katanya.

Pemeriksaan kesehatan rutin ini melibatkan tenaga medis untuk pencatatan riwayat medis siswa secara berkala. Seluruh temuan lapangan akan dilaporkan langsung ke dinas terkait guna evaluasi pelayanan kesehatan sekolah.

“Untuk CKG ini kan kita dari Kementerian Kesehatan langsung dan juga kita kerjasama dengan pihak Puskesmas Teluk Dalam. Jadi apa yang kita temukan hari ini itu langsung nanti kita laporkan ke bagian Dinas Kesehatan yang diwakili oleh pihak Puskesmas Teluk Dalam,” kata Nurul menambahkan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian besar siswa mengeluhkan gangguan pada saluran pernapasan akibat paparan asap harian. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa keluhan tersebut dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang merata di wilayah Kalsel.

"Tapi tidak parah sih ya sesak nafasnya masih bisa mereka berkegiatan. Kalau kondisi saat ini kebanyakan memang dikeluhkan soal saluran penapasannya ya kemungkinan,” ucap Nurul.

Dampak kabut asap pekat ini pun turut dirasakan langsung oleh salah seorang siswa, Keyla Zafira. Ia mengaku paparan asap kebakaran lahan mulai menurunkan kondisi kesehatan seluruh anggota keluarganya secara bergantian.

"Jadi satu keluarga itu kena batuk sama pilek. Kalau aku itu kena flu terus sama radang, jadi sariawan gitu," kata siswa keas 8 tersebut.

Melihat kondisi ketebalan asap yang kian parah di sekitar rumahnya, Keyla kini lebih disiplin menjaga ketahanan tubuh. Ia memilih untuk selalu menggunakan masker kain atau medis saat hendak beraktivitas di luar ruangan.

"Kalau keluar rumah itu tetap pakai masker mau gimana pun itu. Soalnya di depan rumah itu benar-benar ada banyak kabut asap," ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan siswa ini menjadi krusial mengingat kasus ISPA di Kota Banjarmasin terus menunjukkan tren kenaikan. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat 6.432 kasus pada Juni 2026 dan meningkat menjadi 6.841 kasus pada Juli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....