Bayi Sering Terbangun Malam Hari, Ini Penyebabnya
- 05 Sep 2026 18:52 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bayi terbangun pada malam hari merupakan bagian normal dari perkembangan tidur karena pola tidur bayi masih berkembang dan berbeda dengan orang dewasa.
- Kondisi brief awakening (terbangun sesaat) juga dapat dialami orang dewasa beberapa kali sepanjang malam, tetapi sering tidak disadari karena mereka dapat kembali tidur tanpa mengingatnya.
- Pemahaman tentang perkembangan tidur bayi yang normal membantu orang tua tidak khawatir berlebihan terhadap kebiasaan tidur bayi mereka.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bayi terbangun pada malam hari merupakan bagian dari perkembangan tidur yang normal. Kondisi tersebut dapat terjadi karena pola tidur bayi masih berkembang dan berbeda dengan orang dewasa.
Dilansir dari ayosehat.kemkes.go.id, terbangun sesaat atau brief awakening juga dapat dialami orang dewasa beberapa kali sepanjang malam. Namun, kondisi tersebut sering tidak disadari karena orang dewasa umumnya dapat kembali tidur tanpa mengingatnya.
Pada bayi, kebutuhan menyusu menjadi salah satu alasan terbangun, terutama pada usia yang lebih kecil. Siklus tidur yang masih pendek dan ritme sirkadian yang belum berkembang sepenuhnya juga dapat memengaruhi pola tidur.
Perkembangan kemampuan baru seperti berguling, duduk, merangkak, atau berdiri turut membuat bayi lebih sering terbangun. Kecemasan saat berpisah atau separation anxiety juga dapat menyebabkan bayi mencari kehadiran orang tua ketika terbangun.
Kondisi kesehatan menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan saat bayi sering terbangun. Sakit, rasa tidak nyaman, tumbuh gigi, perubahan lingkungan, serta perubahan rutinitas dapat memengaruhi waktu dan kualitas tidur.
Kebiasaan bayi ketika mulai tidur atau sleep association juga dapat berpengaruh. Bayi yang terbiasa tertidur dengan bantuan tertentu mungkin akan mencari kembali kondisi tersebut saat terbangun di antara siklus tidur.
Tidur yang sehat tidak berarti bayi harus selalu tidur sepanjang malam tanpa terbangun. Terbangun beberapa kali masih dapat menjadi bagian normal dari perkembangan tidur selama kebutuhan bayi terpenuhi.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan bayi untuk kembali tidur setelah terbangun akan berkembang secara bertahap. Pada awalnya, bayi mungkin masih membutuhkan bantuan orang tua, tetapi kebutuhan tersebut dapat berkurang sejalan dengan kematangan pola tidurnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....