Tidur Berkualitas, Kenali Empat Kriterianya
- 31 Agt 2026 11:02 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Gangguan tidur berkelanjutan seperti sulit tidur, sering terbangun di tengah malam, atau bangun terlalu dini tidak hanya menyebabkan kelelahan fisik tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, dan kesehatan otak.
- dr. Dewiyana, Sp.N(K), Dokter Spesialis Neurologi dan Dosen Program Studi Spesialis Neurologi FKIK ULM, memaparkan empat kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kualitas tidur seseorang.
- Informasi tentang kualitas tidur dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan kognitif disampaikan dalam acara Indonesia Sehat yang diadakan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sulit tidur, sering terbangun pada tengah malam, atau bangun terlalu dini tidak hanya membuat tubuh terasa lelah. Jika berlangsung terus-menerus, gangguan tidur dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga kesehatan otak.
Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Neurologi dan Dosen Program Studi Spesialis Neurologi FKIK ULM, dr. Dewiyana, Sp.N(K)., dalam acara Indonesia Sehat, Jumat, 28 Agustus 2026. Menurutnya, terdapat empat kriteria yang dapat digunakan untuk menilai apakah seseorang memiliki tidur yang berkualitas.
Dewiyana menjelaskan, kriteria pertama adalah latensi tidur atau waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mulai tertidur setelah berada di tempat tidur. Menurutnya, latensi tidur yang kurang dari 15 menit maupun lebih dari 30 menit dapat menunjukkan adanya gangguan.
“Kriteria kedua yang dikatakan tidur yang baik adalah durasi atau lamanya, yaitu sekitar tujuh sampai delapan jam,” ujarnya. “Ada juga yang mengatakan tujuh sampai sembilan jam, jadi bila kita mengalami durasi tidur segitu, dikatakan berkualitas baik.”
Kriteria ketiga adalah efektivitas tidur selama berada di tempat tidur. Hal tersebut menggambarkan perbandingan antara lama waktu tidur dengan keseluruhan waktu yang dihabiskan di tempat tidur.
“Dikatakan efektivitasnya lebih dari 85 persen. Berarti, kita katakan tidur kita berkualitas,” ujarnya menambahkan.
Ia menjelaskan, kriteria keempat terlihat dari kondisi tubuh setelah bangun tidur. Tidur yang berkualitas membuat tubuh terasa segar, tidak lesu, serta tidak mengalami kantuk berlebihan pada pagi hingga siang hari.
“Ada empat kriteria yang mengatakan bahwa tidur kita berkualitas baik. Apakah keempatnya harus terpenuhi? Idealnya harus seperti itu,” ujarnya.
Dewiyana mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tidur yang dapat dinilai melalui empat kriteria, yaitu latensi tidur, durasi tidur, efektivitas tidur, dan kondisi tubuh setelah bangun. Tidur yang berkualitas membantu tubuh tetap segar serta mendukung konsentrasi, suasana hati, dan kesehatan otak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....