Pekatnya Asap Karhutla Ganggu Pernapasan Warga Pengayuan

  • 23 Agt 2026 14:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meresahkan warga kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Sebagian besar warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut kini mulai mengeluhkan sesak napas.

Salah seorang warga, Lisa, menceritakan pekatnya asap karhutla setiap pagi membuat pernapasannya terganggu. Kondisi tersebut bahkan menganggu aktivitas hariannya saat kabut asap masih mengepung.

"Kalau sudah kabut kita tidak bisa apa-apa. Memang kabutnyq kalau sudah siang itu berkurang, tapi tetap saja kita sering sesak napas dan mata perih juga," ujarnya kepada RRI, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ancaman kesehatan tersebut tidak hanya menimpa dirinya, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Kelompok rentan seperti lansia serta anak-anak di rumahnya menjadi yang paling terdampak akibat kondisi tersebut.

"Waktu kemarin apinya itu dekat sekali, kabutnya tebal, bahkan beberapa meter ke depan itu tidak terlihat. Orang tua saya sampai batuk-batuk kalau pagi itu," kata Lisa menambahkan.

Kondisi ini pun dibenarkan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Aulia. Ia yang bersiaga di Posko Karhutla Pengayuan tersebut mengatakan para pengendara yang melintasi jalan tersbut kerap berhenti karena mengalami sesak napas.

"Kebanyakan itu orang-orang yang lewat sini. Mereka kan tidak tahu kondisinya, akhirnya sesak napas dan langsung kita tangani," ucap Aulia.

Guna mengantisipasi gangguan kesehatan warga dan pengguna jalan, tim gabungan menyiagakan pasokan tabung oksigen. Layanan medis darurat selama 24 jam penuh turut disiagakan di posko tersebut.

Fakta di lapangan ini sejalan dengan catatan resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel. Akumulasi penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalsel telah menembus 27.738 kasus berdasarkan data laporan terakhir pekan ke-31, dengan tren yang terus melonjak tiap pekannya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kalsel mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika masyarakat terpaksa harus keluar rumah, warga diwajibkan menggunakan masker standar pelindung pernapasan seperti jenis N95 atau KN95 saat beraktivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....