Kenali Batas Diri, Cegah Stres Berkepanjangan

  • 14 Agt 2026 20:06 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Mengenali batas kemampuan diri adalah langkah penting untuk mencegah tekanan berkembang menjadi stres berkepanjangan.
  • Eustress adalah jenis stres positif yang dapat mendorong seseorang menyelesaikan tantangan dan mencapai tujuan, berbeda dengan distress yang mengganggu kesehatan.
  • Kesadaran terhadap kondisi fisik dan emosional memungkinkan seseorang untuk mengambil waktu istirahat atau mencari bantuan sebelum masalah semakin berat.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Mengenali batas kemampuan diri menjadi langkah penting agar tekanan tidak berkembang menjadi stres berkepanjangan. Kesadaran terhadap kondisi fisik dan emosional membuat seseorang dapat mengambil waktu untuk beristirahat atau mencari bantuan sebelum masalah semakin berat.

Akademisi UIN Antasari, Widiya Aris Radiani, M.Psi., Psikolog, saat dialog Lentera Kehidupan RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 14 Agustus 2026, menjelaskan bahwa stres tidak selalu memberikan dampak negatif karena terdapat eustress (stres positif) yang dapat mendorong seseorang menyelesaikan tantangan dan mencapai tujuan. Namun, tekanan yang berlebihan dan berlangsung terus-menerus dapat berubah menjadi distress (stres negatif) yang mengganggu kesehatan fisik maupun psikologis.

“Tidak semua stres itu buruk, karena ada stres yang justru membuat kita lebih bersemangat menghadapi tantangan,” ujarnya. “Namun, ketika stres mulai mengganggu tidur, konsentrasi, emosi, dan membuat tubuh merasa lelah berkepanjangan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian.”

Widiya mengatakan self-awareness atau kesadaran diri membantu seseorang memahami kapan dirinya mulai mengalami kelelahan dan apa saja pemicu tekanan yang sedang dihadapi. Kemampuan tersebut juga membuat seseorang lebih peka terhadap kebutuhan untuk beristirahat, mengatur emosi, atau mencari dukungan dari orang lain.

“Coba kenali kapan kita mulai lelah, kapan emosi mulai tidak stabil, dan apa yang biasanya menjadi pemicu stres,” ucapnya. “Dengan mengenali kondisi diri, kita bisa mengambil langkah lebih awal sebelum tekanan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.”

Widiya yang merupakan Dosen Program Studi Bimbingan Konseling UIN Antasari tersebut menyatakan upaya menjaga resiliensi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti tidur cukup, berolahraga, menjaga pola makan, menulis jurnal, berdoa, serta berbicara dengan orang yang dipercaya. Dukungan keluarga, sahabat, dan komunitas juga dapat menjadi sumber kekuatan ketika seseorang menghadapi situasi sulit.

“Tidak apa-apa untuk beristirahat dan tidak apa-apa untuk meminta bantuan ketika kita memang membutuhkannya,” kata Widiya. “Menjaga diri bukan berarti menyerah, tetapi merupakan bagian dari cara kita menjaga kesehatan dan tetap mampu menghadapi kehidupan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....