Kelola Emosi, Kunci Bangun Resiliensi Diri
- 14 Agt 2026 19:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bangkit, beradaptasi, dan tetap mampu menghadapi masa sulit, tekanan, maupun kegagalan.
- Tekanan hidup dapat muncul dari berbagai sumber seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi ekonomi, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.
- Setiap orang memberikan respons berbeda terhadap tekanan karena dipengaruhi cara berpikir, pengalaman, serta kemampuan mengelola emosi mereka.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk bangkit, beradaptasi, dan tetap mampu menghadapi masa sulit, tekanan, maupun kegagalan. Kemampuan tersebut bukan berarti seseorang tidak pernah merasa sedih atau tertekan, melainkan mampu mengelola emosi agar tidak terjebak dalam keterpurukan.
Akademisi UIN Antasari, Widiya Aris Radiani, M.Psi., Psikolog, dalam program Lentera Kehidupan RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 14 Agustus 2026, menyampaikan bahwa tekanan hidup dapat muncul dari pekerjaan, pendidikan, kondisi ekonomi, hingga perubahan sosial yang berlangsung cepat. Setiap orang dapat memberikan respons berbeda karena dipengaruhi cara berpikir, pengalaman, serta kemampuan mengelola emosi.
“Resiliensi bukan berarti kita tidak pernah sedih, kecewa, atau mengalami stres, tetapi bagaimana kita mampu mengelola semua emosi tersebut dengan baik sehingga bisa kembali menjalani kehidupan,” ujarnya. “Resiliensi menjadi kemampuan penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.”
Menurutnya, salah satu cara membangun resiliensi adalah mengembangkan growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Kegagalan tidak dipandang sebagai tanda ketidakmampuan, tetapi sebagai pengalaman yang dapat memberikan pelajaran untuk memperbaiki langkah berikutnya.
“Ketika mengalami kegagalan, jangan langsung mengatakan bahwa kita tidak mampu, tetapi coba tanyakan apa yang bisa dipelajari dari pengalaman tersebut,” kata Widiya. “Cara berpikir seperti ini membantu seseorang melihat masalah sebagai proses untuk berkembang.”
| Baca juga: Tidur Cukup, Kunci Menjaga Kesehatan Tubuh |
Ia juga mengatakan bahwa resiliensi terlihat dari kemampuan seseorang untuk tetap mencari solusi ketika menghadapi masalah. Selain tidak mudah menyerah, individu perlu belajar mengenali emosi, menerima kondisi yang sedang dialami, dan menentukan langkah yang masih dapat dilakukan.
“Menjadi resilien bukan berarti harus selalu kuat dan menghadapi semuanya sendirian,” ujar Widiya. “Justru mengenali batas diri, berani beristirahat, dan meminta bantuan ketika diperlukan merupakan bagian dari kekuatan dan kemampuan seseorang untuk bangkit.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....