Jangan Sepelekan Nyeri Dada, Kenali Tanda Bahayanya
- 04 Agt 2026 10:54 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Nyeri dada sering kali dianggap keluhan ringan seperti masuk angin atau kelelahan, padahal dapat menjadi tanda awal gangguan kesehatan serius termasuk serangan jantung.
- Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat sehingga pasokan oksigen ke jantung berkurang dan merupakan keadaan darurat medis.
- Penanganan serangan jantung harus dilakukan secepat mungkin untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Nyeri dada sering kali dianggap sebagai keluhan ringan akibat masuk angin, kelelahan, atau pegal biasa. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal gangguan kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung.
Dilansir dari upk.kemkes.go.id, serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat sehingga pasokan oksigen ke jantung berkurang. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan secepat mungkin untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba, terasa seperti ditekan atau tertindih benda berat, kemudian menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, bahu, atau punggung. Keluhan tersebut juga dapat disertai keringat dingin, sesak napas, mual, pusing, hingga tubuh terasa sangat lemas.
Meski demikian, tidak semua nyeri dada disebabkan oleh gangguan jantung. Keluhan tersebut juga dapat dipicu oleh masalah pada paru-paru, lambung, otot, maupun kondisi medis lainnya, sehingga diperlukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya.
Penanganan pada satu hingga dua jam pertama setelah munculnya gejala sangat menentukan keberhasilan terapi serangan jantung. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otot jantung dan komplikasi yang lebih berat.
Sayangnya, masih banyak pasien yang terlambat mencari pertolongan karena menganggap nyeri dada sebagai keluhan biasa. Kebiasaan menunda pemeriksaan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang mengancam keselamatan jiwa.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan setiap keluhan nyeri dada yang terasa berbeda dari biasanya, terutama jika muncul secara mendadak atau disertai gejala lain. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segera hentikan aktivitas, minta bantuan orang di sekitar, dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....