Generasi Muda Perlu Kelola Quarter Life Crisis secara Sehat
- 24 Jul 2026 15:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena quarter life crisis semakin banyak dialami generasi muda, khususnya pada rentang usia 20 hingga 29 tahun. Masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, tekanan sosial, serta ketidakpastian masa depan menjadi sejumlah faktor yang memicu kondisi tersebut.
Hal tersebut disampaikan Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalimantan Selatan, Zoya Zurafa, M.Psi., Psikolog, dalam acara Ngobras RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 21 Juli 2026. Menurutnya, quarter life crisis merupakan fase ketika seseorang mulai mempertanyakan tujuan hidup, pilihan karier, kondisi keuangan, hingga hubungan sosial.
Meski bukan termasuk gangguan mental, kondisi tersebut dapat memicu stres, kecemasan, kehilangan motivasi, dan menurunnya rasa percaya diri apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa fase tersebut merupakan bagian dari proses pendewasaan.
“Usia 20-an merupakan periode penting dalam pembentukan identitas dan penentuan arah masa depan,” ujar Zoya Zurafa. “Munculnya kebingungan atau keraguan pada fase tersebut merupakan hal yang wajar.”
Ia menjelaskan, pada fase tersebut generasi muda perlu mengembangkan kemampuan, mengelola emosi, menetapkan tujuan hidup yang realistis, serta membangun pola pikir yang sehat. Langkah tersebut dinilai penting agar mereka mampu menentukan arah masa depan dengan lebih baik.
Menurut Zoya, media sosial juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya quarter life crisis. Banyak anak muda merasa tertinggal setelah melihat pencapaian orang lain, kemudian membandingkan diri tanpa memahami proses dan perjalanan hidup masing-masing.
Ia menyarankan generasi muda untuk mengenali potensi diri, meningkatkan keterampilan, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, dukungan keluarga, sahabat, maupun tenaga profesional diperlukan apabila tekanan yang dirasakan semakin berat.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental, generasi muda diharapkan dapat memandang quarter life crisis sebagai proses pembelajaran menuju kedewasaan. Fase tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun masa depan yang lebih matang, terarah, dan penuh optimisme.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....