Waspadai Cuaca Panas, Ini Tips Menjaga Kesehatan

  • 10 Jul 2026 20:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Cuaca panas berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi hingga heatstroke atau sengatan panas. Kondisi tersebut dapat membahayakan kesehatan apabila tidak segera dicegah dan ditangani.

Hal itu disampaikan Muhammad Rizki, S.K.M., petugas Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Karang Mekar Banjarmasin Timur, dalam program Indonesia Sehat RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 10 Juli 2026. Ia mengajak masyarakat menerapkan berbagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas.

Menurut Rizki, menjaga suhu inti tubuh tidak cukup hanya mengandalkan pendingin ruangan. Masyarakat juga perlu memperhatikan asupan cairan, pola makan, pakaian, aktivitas, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal.

“Jangan hanya bereaksi ketika cuaca panas,” ujarnya. “Terapkan strategi perlindungan agar suhu inti tubuh tetap stabil setiap hari.”

Ia menjelaskan kebutuhan cairan tubuh idealnya sekitar dua hingga tiga liter air putih setiap hari. Air kelapa dan infused water juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga keseimbangan elektrolit.

Sebaliknya, konsumsi kopi, teh, minuman manis, serta makanan tinggi garam sebaiknya dibatasi. Kebiasaan tersebut berpotensi mempercepat dehidrasi dan mengganggu keseimbangan cairan tubuh.

Rizki juga menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air. Timun, semangka, melon, dan jeruk dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus vitamin.

“Penurunan nafsu makan saat cuaca panas merupakan kondisi yang wajar,” kata Rizki. “Solusinya adalah makan dalam porsi kecil, tetapi lebih sering dengan memilih makanan bergizi.”

Selain pola makan, pemilihan pakaian juga menjadi bagian penting dalam melindungi tubuh dari paparan panas. Ia menyarankan masyarakat mengenakan pakaian berbahan katun atau linen berwarna cerah karena lebih mudah menyerap keringat.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 dan mengulang pemakaiannya setiap dua jam saat beraktivitas di luar ruangan. Sementara itu, olahraga sebaiknya dilakukan sebelum pukul 09.00 Wita atau setelah pukul 17.00 Wita untuk menghindari suhu udara yang tinggi.

Rizki menambahkan, rumah juga perlu diatur agar tetap sejuk selama cuaca panas. Jendela dan tirai sebaiknya ditutup pada siang hari untuk mengurangi panas, lalu dibuka saat suhu udara mulai turun agar sirkulasi udara tetap lancar.

Ia mengingatkan masyarakat agar membiasakan pola hidup sehat sejak dini dalam menghadapi cuaca ekstrem. Menurutnya, upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten akan lebih efektif dibandingkan penanganan setelah seseorang mengalami gangguan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....