Lari Pelan, Olahraga Sederhana yang Baik untuk Kesehatan dan Umur Panjang
- 10 Jun 2026 07:25 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lari pelan atau slow jogging merupakan olahraga ringan dengan kecepatan santai sehingga seseorang masih dapat berbicara dengan nyaman saat berlari. Aktivitas ini termasuk olahraga aerobik intensitas rendah hingga sedang yang aman dilakukan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari pemula hingga lansia yang aktif.
Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa aktivitas fisik secara rutin memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Melalui platform Ayo Sehat, Kemenkes menyebutkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengendalikan tekanan darah, menjaga berat badan, memperkuat otot dan sendi, mengendalikan stres, serta menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular.
Karena itu, olahraga ringan seperti lari pelan dapat menjadi pilihan yang mudah dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Meski terlihat sederhana, lari pelan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga teratur berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup dan penurunan risiko kematian dini.
Saat berlari pelan, tubuh bekerja dalam zona aerobik yang stabil sehingga jantung dapat bekerja lebih efisien tanpa beban berlebihan. Selain meningkatkan kebugaran, aktivitas ini juga membantu mengurangi peradangan kronis dalam tubuh yang sering dikaitkan dengan berbagai penyakit tidak menular.
Dari sisi kesehatan tulang dan sendi, lari pelan termasuk aktivitas yang menopang berat badan (weight-bearing exercise). Gerakan kaki yang berulang saat menapak tanah dapat merangsang pembentukan tulang baru, membantu menjaga kepadatan tulang, serta memperkuat otot yang berfungsi menopang dan melindungi sendi dari cedera.
Banyak orang khawatir lari dapat merusak lutut. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lari dengan intensitas ringan hingga sedang tidak meningkatkan risiko osteoartritis pada orang yang sehat. Kuncinya adalah menggunakan teknik yang benar, memilih alas kaki yang sesuai, dan tidak memaksakan diri saat muncul rasa nyeri.
Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, lari pelan juga membantu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres dan kecemasan, serta memperbaiki suasana hati melalui pelepasan hormon endorfin. Sebaliknya, kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko osteoporosis, kelemahan otot, kekakuan sendi, dan berbagai penyakit kronis.
Untuk memulai, cukup lakukan lari pelan selama 10 hingga 15 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap. Jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan setelah berolahraga.
Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, lari pelan dapat menjadi investasi sederhana untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup hingga usia lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....