Hari Sepeda Sedunia 2026 Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan
- 02 Jun 2026 10:48 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Sepeda Sedunia diperingati setiap 3 Juni.
- Tema 2026 adalah “Cycling for a Greener Future”.
- Hari Sepeda Sedunia resmi ditetapkan PBB pada 2018.
- Gagasan peringatan ini dipromosikan oleh Leszek Sibilski pada 2015.
- WHO mendorong bersepeda untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
- Bersepeda menjadi langkah sederhana menuju masa depan yang lebih hijau.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Sepeda Sedunia diperingati setiap 3 Juni sebagai momentum untuk mendorong penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pada 2026, peringatan ini mengusung tema “Cycling for a Greener Future” atau “Bersepeda untuk Masa Depan yang Lebih Hijau”.
Mengutip laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), gagasan Hari Sepeda Sedunia pertama kali dipromosikan oleh Profesor Leszek Sibilski pada 2015. Upaya tersebut kemudian mendapat dukungan luas hingga Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan 3 Juni sebagai Hari Sepeda Sedunia pada 2018.
Tema tahun ini menyoroti pentingnya bersepeda sebagai solusi terhadap berbagai tantangan global, seperti polusi udara, kemacetan lalu lintas, perubahan iklim, dan masalah kesehatan akibat gaya hidup kurang aktif. Bersepeda dinilai mampu memberikan manfaat bagi kesehatan individu sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan.
Sejak ditetapkan pada 2018, Hari Sepeda Sedunia diperingati setiap tahun di berbagai negara. Peringatan ini mengakui sepeda sebagai alat transportasi yang sederhana, terjangkau, andal, bersih, dan ramah lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Majelis Umum PBB juga menilai sepeda memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain membantu mobilitas, penggunaan sepeda dapat berkontribusi pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan penguatan inklusi sosial.
Di sektor kesehatan, World Health Organization atau WHO secara aktif mendorong masyarakat untuk bersepeda. Aktivitas tersebut terbukti dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.
WHO juga menekankan bahwa bersepeda dapat membantu mengurangi polusi udara dan kebisingan di kawasan perkotaan. Karena itu, pengembangan infrastruktur yang aman dan ramah pesepeda menjadi faktor penting dalam meningkatkan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi sehari-hari.
Selain memberikan manfaat kesehatan, bersepeda juga mendukung pencapaian berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut mencakup sektor pendidikan, energi, pekerjaan, pembangunan kota berkelanjutan, hingga pengurangan kesenjangan sosial.
Melalui tema “Cycling for a Greener Future”, masyarakat diajak menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Setiap perjalanan dengan sepeda tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan masa depan yang lebih hijau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....