HIMPSI: Masa Depan Perlu Direncanakan agar Langkah Hidup Lebih Terarah

  • 08 Jul 2026 12:36 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Psikolog HIMPSI Kalimantan Selatan, Dwi Nur Rachmah, S.Psi., M.A., menegaskan masa depan perlu direncanakan sejak dini meski tidak dapat diprediksi sepenuhnya. Perencanaan menjadi panduan agar setiap langkah hidup lebih terarah dan peluang meraih tujuan semakin terbuka.

Hal itu disampaikan Dwi dalam program NGOBRAS (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa, 7 Juli 2026 malam. Dialog yang berlangsung melalui Zoom Meeting mengangkat tema " Masa Depan Direncanakan Ataukah Mengalir Saja?."

"Semua orang menginginkan masa depan yang baik, "kata Dwi. "Walaupun kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi, masa depan tetap perlu direncanakan sebagai panduan menjalani kehidupan. "

Dwi menambahkan, rencana memang bisa berubah. Namun tanpa perencanaan seseorang berisiko kehilangan arah dan menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki.

Menurutnya, usia remaja menjadi masa ketika seseorang mulai memikirkan pendidikan, pekerjaan, serta tanggung jawab sebagai orang dewasa. Perubahan peran tersebut kerap memunculkan kecemasan sehingga perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang.

Ia menjelaskan, sebagian remaja memilih menjalani hidup mengalir karena bingung menentukan tujuan, kurang percaya diri, takut gagal, atau belum mengenali potensi diri. Faktor lingkungan dan keterbatasan akses, terutama di daerah terpencil, juga memengaruhi cara remaja memandang masa depannya.

"Jangan pasrah terhadap keadaan, tetapi mulailah membangun pola pikir positif, mengenali potensi diri, serta menentukan tujuan hidup sejak dini, " ujarnya. " Semakin spesifik tujuan yang disusun, semakin jelas pula langkah yang harus dilakukan untuk mencapainya. "

Perencanaan yang baik membantu seseorang menentukan prioritas, menyusun strategi, serta mendekatkan diri pada tujuan yang diinginkan. Langkah tersebut dapat dimulai dengan menetapkan harapan, mengenali kemampuan, terus belajar, dan mengembangkan potensi diri.

Dalam sesi interaktif, seorang mahasiswa semester akhir mengaku cemas karena merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya yang telah bekerja. Menanggapi hal itu, Dwi menyarankan agar generasi muda fokus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, maupun pengalaman berwirausaha agar peluang semakin terbuka.

Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan evaluasi terhadap setiap rencana yang telah disusun. Evaluasi membantu seseorang memperbaiki strategi tanpa kehilangan semangat ketika menghadapi hambatan.

"Kita tidak bisa mengubah masa lalu," ujar Dwi. "Kita bisa memperjuangkan masa depan yang lebih baik, dengan tindakan yang baik, dimulai dari hari ini."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....