Kasus Campak Stabil, Dinkes Banjarmasin Terus Siagakan Sistem Kewaspadaan Dini

  • 01 Jun 2026 20:53 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tren kasus campak di Kota Banjarmasin hingga saat ini masih menunjukkan kondisi yang stabil. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin per April 2026, tercatat hanya ada 2 sampel yang dinyatakan positif dari total 34 suspek yang diperiksa.

Sementara itu, 32 suspek lainnya yang sempat menjalani pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif campak. Rendahnya temuan ini memastikan penularan penyakit tersebut masih berada dalam batas terkendali.

Plt Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, dr. Dwi Atmi Susilastuti, menjelaskan bahwa 2 kasus positif tersebut ditemukan di dua wilayah yang berbeda. Kondisi ini membuat status penyebaran campak di Banjarmasin belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Meski demikian, dr. Atmi memastikan seluruh fasilitas kesehatan tetap disiagakan. Penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) terus dimaksimalkan untuk mengantisipasi potensi perluasan penularan.

"Begitu sampel diambil, penanganan langsung berjalan. Jadi, walaupun statusnya masih suspek dan hasilnya belum keluar, pemantauan terhadap pasien tetap kita lakukan intensif," ujar dr. Atmi kepada RRI.

Langkah penguatan SKDR ini juga terus dilakukan hingga ke tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama. Salah satunya di Puskesmas Banjarmasin Indah yang berada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat.

Kepala Puskesmas Banjarmasin Indah, dr. Chusna Farida, memastikan seluruh tenaga kesehatan terus memantau perkembangan potensi kasus di lapangan. Masyarakat pun diimbau tidak ragu melapor jika mendeteksi adanya gejala klinis campak.

"Kami sangat mengharapkan peran aktif masyarakat. Jika menemukan gejala awal seperti demam tinggi yang disertai ruam merah, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat," ucapnya.

Kewaspadaan ini terus diperketat mengingat situasi penyebaran campak di tingkat nasional masih cukup tinggi. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, hingga minggu ke-14 tahun 2026, akumulasi kasus positif campak di tanah air telah mencapai angka 16.912 kasus.

Tingginya angka nasional tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh daerah untuk tidak lengah, termasuk Kota Banjarmasin. Penguatan deteksi dini serta optimalisasi program imunisasi terus digencarkan guna memastikan daerah banua tetap aman dari potensi penularan masif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....