Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 Soroti Bahaya Nikotin bagi Generasi Muda

  • 30 Mei 2026 10:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 mengusung tema global “Unmasking the Appeal: Countering Nicotine and Tobacco Addiction”. Di Indonesia, peringatan tahun ini mengangkat tema nasional “Lindungi Anak dari Campur Tangan Industri Produk Tembakau” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya produk tembakau dan nikotin.

Dilansir dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia, Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap 31 Mei sebagai kampanye global yang melibatkan pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat sipil di berbagai negara. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya penggunaan tembakau serta strategi industri dalam menarik konsumen, khususnya generasi muda.

Peringatan ini juga menjadi pengingat terhadap krisis kesehatan global akibat penggunaan produk tembakau dan nikotin. WHO menyebut konsumsi tembakau masih menjadi salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di dunia dan menyebabkan jutaan kematian setiap tahun.

Sejarah Hari Tanpa Tembakau Sedunia dimulai pada 1987 ketika negara-negara anggota WHO mencetuskan kampanye tersebut untuk menekan angka kematian akibat rokok dan produk tembakau. Sejak saat itu, tema khusus diangkat setiap tahun guna mendorong kebijakan pengendalian tembakau dan meningkatkan kesadaran publik.

Poster peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (Foto: ayosehat.kemkes.go.id)

Perwakilan WHO Indonesia, Dr. N. Paranietharan, menyerukan tindakan tegas untuk melindungi anak dan remaja dari bahaya kecanduan nikotin. Bahaya tersebut termasuk penggunaan rokok elektronik dan produk sejenisnya.

“Rokok elektronik dan produk nikotin lainnya berbahaya. Produk-produk ini sengaja dirancang untuk menarik kaum muda dan menciptakan kecanduan,” ujarnya.

WHO juga mendorong pelarangan rokok elektronik, pembatasan iklan, serta penerapan peringatan kesehatan bergambar yang lebih besar pada kemasan produk tembakau. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi daya tarik produk sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan jangka panjang.

Selain itu, WHO menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menciptakan generasi bebas tembakau demi masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Dr. Paranietharan menilai Indonesia perlu bertindak sekarang untuk mengurangi bahaya tembakau dan melindungi generasi mendatang dari risiko kecanduan nikotin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....