Kolaborasi Anak Muda Dorong Budaya dan Teknologi Berkelanjutan
- 14 Okt 2025 16:33 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong kemajuan teknologi yang berkelanjutan. Pesan inilah yang mengemuka dalam program Pandiran Baisukan, Senin (13/10/2025) di RRI Pro4 Banjarmasin.
Program berdurasi sekitar 40 menit tersebut mengangkat tema “Harmoni Damai” dengan topik “Kolaborasi Anak Muda untuk Budaya dan Teknologi yang Berkelanjutan.” Siaran ini dipandu oleh Kyan dan menghadirkan tiga perwakilan Duta Damai, yakni Lintang, Riska, dan Nisa.
Dalam perbincangan yang hangat dan inspiratif, para narasumber berbagi pandangan mengenai pentingnya sinergi antara pelestarian budaya lokal dan pemanfaatan teknologi modern.
Mereka menekankan bahwa anak muda masa kini perlu menjadi motor perubahan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.
Menurut Lintang, kolaborasi anak muda saat ini tidak hanya sebatas kegiatan sosial, tetapi juga sudah merambah dunia teknologi dan budaya digital. Kami melihat banyak mahasiswa dari kampus seperti Universitas Hari Mulia dan Sari Mulia yang aktif membuat proyek-proyek kreatif.
"Seperti aplikasi kos mahasiswa, pelatihan coding, hingga kegiatan kebudayaan berbasis teknologi. Ini bentuk nyata bahwa budaya dan teknologi bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Dalam siaran ini, dibahas pula bagaimana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Google Scholar, dan Google Translate menjadi bagian penting dalam dunia akademik dan penelitian.
Teknologi digunakan tidak hanya untuk mempercepat pekerjaan mahasiswa, tetapi juga memperluas wawasan melalui akses jurnal internasional dan penerjemahan materi.
Inovasi juga berkembang lewat penggunaan Virtual Reality (VR) untuk edukasi anak-anak, seperti simulasi rambu lalu lintas berbasis aplikasi ponsel.
Riska, salah satu narasumber, menambahkan pentingnya kolaborasi lintas bidang untuk memperkuat keberlanjutan budaya dan teknologi. “Anak muda tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari organisasi kampus, sponsor, hingga lembaga seperti Kominfo," ucapnya.
Dijelaskannya, sekarang dikenal sebagai Dangsanak Perompat — yang rutin mengadakan pelatihan coding, keamanan siber, dan pengembangan aplikasi. Ia menilai sinergi semacam ini memberi dampak besar terhadap kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan industri digital.
Sementara itu, Nisa menyoroti pentingnya rasa bangga terhadap budaya lokal sebagai pondasi dalam pengembangan inovasi.
“Teknologi itu alat, tapi identitas kita tetap dari budaya. Anak muda harus bisa mengambil nilai-nilai budaya dan mengubahnya jadi inovasi yang bisa dibanggakan, bahkan sampai level internasional. Misalnya lewat aplikasi, konten digital, atau desain yang mengangkat unsur lokal,” tutur Nisa.
Ia juga mengapresiasi inovasi seperti sistem pembayaran digital KRIS yang mempermudah transaksi, namun tetap mengingatkan agar anak muda tetap kritis terhadap dampak sosial dari teknologi.
Melalui Pandiran Baisukan Harmoni Damai, siaran ini menegaskan pentingnya peran anak muda dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan antara budaya dan teknologi.
Kolaborasi lintas disiplin, semangat berinovasi, serta kebanggaan terhadap budaya lokal menjadi kunci untuk membangun Indonesia yang maju, kreatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....