Perpustakaan dan Museum Tetap Relevan bagi Gen-Z
- 17 Mei 2026 19:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Momentum Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei dan Hari Museum Internasional pada 18 Mei dinilai menjadi pengingat bahwa literasi dan sejarah merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun kesadaran generasi muda. Keduanya dianggap memiliki peran penting dalam memperluas wawasan serta membentuk identitas budaya masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 16 Mei 2026, bertema “Perpustakaan dan Museum di Mata Gen-Z” bersama komunitas Palalah. Dialog menghadirkan narasumber Erwin, Devin, dan Raihan.
Para narasumber menyoroti kehidupan generasi muda yang berada di tengah derasnya distraksi digital. Meski informasi kini dapat diakses dengan cepat melalui gawai, perpustakaan dan museum dinilai tetap menawarkan pengalaman yang lebih personal dan menenangkan.
“Datang langsung itu memberikan pengalaman berbeda,” ujar Raihan. “Ada suasana tenang yang membuat kita lebih fokus, lebih rileks, bahkan bisa menjadi cara istirahat dari dunia digital.”
Devin menilai perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, melainkan juga ruang refleksi bagi masyarakat. Menurutnya, suasana perpustakaan membantu seseorang sejenak lepas dari kebisingan media sosial dan notifikasi gawai.
“Begitu pula dengan museum,” ujarnya. “Melihat langsung diorama, benda bersejarah, dan artefak mampu menghadirkan kedekatan emosional yang sulit dirasakan melalui layar digital.”
Sementara itu, Erwin menyinggung perubahan wajah perpustakaan dan museum yang kini lebih modern, nyaman, dan ramah anak muda. Banyak tempat mulai menghadirkan desain estetik, ruang diskusi, hingga area kreatif agar generasi muda merasa lebih dekat dengan dunia literasi dan sejarah.
“Perubahan itu penting agar perpustakaan dan museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku dan benda sejarah,” ujarnya. “Tetapi juga menjadi ruang publik yang hidup dan relevan.”
Masyarakat diajak untuk mulai mengunjungi tempat-tempat literasi dan sejarah lokal di Banjarmasin. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, pengetahuan, dan sejarah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....