Perpustakaan dan Museum Mulai Bertransformasi

  • 16 Mei 2026 21:50 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perpustakaan dan museum kini tak lagi dipandang sebagai tempat kuno dan membosankan oleh generasi muda. Di tengah derasnya arus digital, justru banyak anak muda mulai menjadikan ruang literasi dan sejarah sebagai tempat healing, mencari inspirasi, hingga ruang berkumpul yang nyaman dan estetik.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Panderan Baisukan Pro4 RRI Banjarmasin, Sabtu, 16 Mei 2026, bersama komunitas Palalah. Pembahasan berkaitan dengan peringatan Hari Buku Nasional pada 17 Mei dan Hari Museum Internasional pada 18 Mei.

Raihan, menilai bahwa perpustakaan dan museum kini mulai mengalami transformasi. Perpustakaan menjadi third space atau ruang ketiga bagi anak muda setelah rumah dan kampus.

Sekarang banyak anak muda datang bukan cuma untuk baca buku atau melihat koleksi museum. "Mereka anak muda juga untuk mencari suasana tenang, inspirasi, bahkan healing dari penatnya dunia digital,” kata Erwin.

Perpustakaan dan museum merupakan ruang penyimpan ide, pengetahuan, dan sejarah peradaban manusia. Menurut Devin, kehadiran teknologi seperti aplikasi iPusnas maupun tur museum virtual memang mempermudah akses informasi.

“Kami berharap perpustakaan dan museum di daerah terus menghadirkan ruang yang ramah anak muda, interaktif, dan nyaman untuk kegiatan kreatif maupun komunitas”, ujarnya.

Raihan, Erwin dan evin mengatakan, mencintai literasi dan sejarah tidak harus dimulai dengan hal besar. Cukup dengan datang dan menikmati suasananya, masyarakat sudah ikut menjaga agar ruang pengetahuan dan budaya tetap hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....