Maulid Nabi di Banjarbaru, Jemaah Diajak Teladani Rasulullah
- 28 Agt 2026 09:21 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Ribuan masyarakat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.
- Acara Maulid dimulai dengan pembacaan syair-syair Maulid dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur'an yang dibawakan oleh para qari berprestasi dari Kota Banjarbaru.
- Peringatan Maulid menjadi kesempatan bagi jamaah untuk mengingat dan mencontoh keteladanan Rasulullah saw dalam aspek ibadah dan kehidupan bermasyarakat.
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Masyarakat memenuhi Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Kamis malam, 27 Agustus 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum bagi jemaah untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah saw dalam ibadah dan kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid diawali dengan pembacaan syair-syair Maulid, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para qari Kota Banjarbaru. Para qari tersebut sebelumnya meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Banjarbaru 2025.
Setelah lantunan ayat suci Al-Qur’an, jemaah mengikuti pesan Maulid yang disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, atas nama Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby. Ia menyampaikan bahwa peringatan Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah saw, tetapi juga menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ini mengingatkan kita untuk melihat kembali sosok Rasulullah sebagai teladan dalam menjalin kehidupan,” ujar Sirajoni membacakan sambutan Wali Kota. “Bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga bagaimana beliau bersikap kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat di sekitarnya.”

Menurutnya, keteladanan Rasulullah saw dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya berkata benar, bersikap sabar, menghormati orang lain, dan hadir ketika ada sesama yang membutuhkan.
Nilai tersebut dinilai penting dalam kehidupan masyarakat Banjarbaru yang terus berkembang. Pembangunan tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik, tetapi juga kepedulian, kerukunan, dan sikap saling menghargai.
“Kita ingin Banjarbaru terus berkembang dan memberikan kehidupan yang semakin baik bagi semua masyarakat di semua tingkat usia,” ujarnya. “Pembangunan juga akan terasa lebih bermakna jika diiringi dengan masyarakat yang memiliki kepedulian, menjaga kerukunan, dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.”
Pesan tentang kecintaan kepada Rasulullah saw juga disampaikan Ustaz Muhammad Rijal Fathoni dalam tausiah. Ia mengisahkan seekor rusa yang terlepas dari tangkapan seorang pemburu dan berlindung di belakang Rasulullah saw.
Rusa tersebut meminta waktu untuk menyusui kedua anaknya yang kehausan, sementara Rasulullah saw menjadi jaminan bahwa rusa itu akan kembali. Menurut Ustaz Rijal, kisah tersebut menggambarkan kasih sayang Rasulullah saw bahkan kepada makhluk lain hingga membuat pemburu yang semula tidak beriman akhirnya memeluk Islam.

Ustaz Rijal juga mengisahkan ketika Siti Aisyah meminta doa kepada Rasulullah saw. Doa yang dipanjatkan Nabi untuk Siti Aisyah kemudian disebut sebagai doa yang juga senantiasa dipanjatkan untuk umatnya setiap kali selesai melaksanakan salat.
Ceramah tersebut membawa jemaah pada pesan tentang besarnya kasih sayang Rasulullah saw. Ustaz Rijal menyebut menjadi umat Nabi Muhammad saw merupakan salah satu kenikmatan besar yang diberikan Allah Swt.
Melalui peringatan Maulid tersebut, jemaah diajak tidak berhenti pada perayaan. Keteladanan Rasulullah saw diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. (Ald/Orz/MedCenBJB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....