Antisipasi Karhutla, Pemko Banjarbaru Aktifkan Enam Hidran
- 09 Agt 2026 21:21 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pemerintah Kota Banjarbaru memberikan perhatian intensif terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, khususnya di kawasan Sungai Ulin.
- Kendala utama dalam penanggulangan karhutla adalah ketersediaan sumber air yang memadai bagi relawan dan petugas pemadam kebakaran.
- Wali Kota Banjarbaru telah menginstruksikan pemfungsian kembali seluruh fire hydrant di kawasan Sungai Ulin untuk memastikan ketersediaan air bagi upaya penanggulangan kebakaran lahan.
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau mendapat perhatian intensif dari Pemerintah Kota Banjarbaru. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Sungai Ulin, terutama terkait ketersediaan sumber air bagi relawan pemadam kebakaran.
Merespons kendala tersebut, Wali Kota Banjarbaru menginstruksikan pihak berwenang untuk segera memfungsikan kembali seluruh fire hydrant di kawasan Sungai Ulin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber air bagi petugas dan relawan saat menangani kebakaran lahan.
Di kawasan Sungai Ulin terdapat enam unit fire hydrant yang sebelumnya terpasang sebagai infrastruktur pendukung penanganan kebakaran. Namun, hanya satu unit yang masih berfungsi sehingga kondisi tersebut menyulitkan petugas pemadam dalam memperoleh pasokan air saat melakukan pemadaman.
Relawan Tim Pemadam Kebakaran dan Rescue Regas, Mojiono, mengatakan kejadian kebakaran lahan di kawasan Sungai Ulin cukup tinggi selama musim kemarau tahun ini. Titik api bahkan disebut kerap muncul setiap hari dan terjadi di lebih dari satu lokasi dalam sehari.
“Kebakaran lahan di wilayah Sungai Ulin tiap hari terjadi, kadang lebih dari satu lokasi dalam sehari selama musim kemarau ini,” kata Mojiono. “Kami memiliki kendala kesulitan suplai air, karena di beberapa titik air atau sungai sudah mulai mengering.”
Mojiono mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Banjarbaru dalam mengatasi kendala pasokan air untuk pemadaman. Menurutnya, pengaktifan kembali hidran membantu relawan memperoleh sumber air yang lebih mudah dijangkau.
“Syukur alhamdulillah Wali Kota Banjarbaru membukakan hydrant sebagai sumber air kami. Sehingga kendala ketersediaan air dapat teratasi,” ujarnya.

Ketua Regas, Mahyuni, yang didampingi Lurah Sungai Ulin, Guntur Adi Prasetyo, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru. Ia menilai berfungsinya kembali enam hidran dapat mempercepat proses pengisian ulang tangki armada pemadam saat berada di lapangan.
“Atas instruksi Wali Kota untuk membukakan hydrant, kami sangat terbantu karena dengan berfungsinya enam hydrant ini, kami lebih dekat untuk mengambil air,” ujar Mahyuni. “Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Wali Kota karena telah membantu memfungsikan kembali hidran ini.”
Menurut Mahyuni, ketersediaan sumber air yang lebih dekat dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut penting untuk mencegah api meluas dan mengancam permukiman maupun lingkungan di sekitar lokasi kebakaran.
Meski ketersediaan air untuk operasional pemadaman kini lebih terjamin, upaya pencegahan tetap menjadi perhatian utama. Mahyuni mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan saat musim kemarau,” ucap Mahyuni. “Percikan api dapat menjalar dengan sangat cepat ke lahan yang lebih luas dan membahayakan lingkungan kita bersama.”
Pengaktifan kembali enam fire hydrant di Sungai Ulin menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Kolaborasi pemerintah, petugas pemadam, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat menekan risiko kebakaran serta mempercepat penanganan apabila terjadi titik api. (typ/Ahmadi/MedCenBJB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....