Relawan Banjarbaru Harapkan Prioritas Pengisian BBM saat Tangani Karhutla

  • 13 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Relawan pemadam kebakaran Banjarbaru Rescue (Bares) 698 mendesak untuk mendapatkan prioritas pengisian bahan bakar minyak bagi kendaraan operasional guna mempercepat respons penanganan karhutla.
  • Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dianggap dapat menghambat kecepatan mobilisasi tim menuju lokasi kejadian kebakaran hutan dan lahan.
  • Tim gabungan relawan dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), Pemadam Kebakaran (PMK), dan Emergency menekankan bahwa waktu adalah faktor kritis dalam operasi penanganan kebakaran.

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Relawan pemadam kebakaran di Kota Banjarbaru mendorong prioritas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan operasional saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka menilai antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dapat menghambat respons menuju lokasi kejadian.

Permintaan tersebut disampaikan Banjarbaru Rescue (Bares) 698 yang menaungi tim gabungan relawan dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), Pemadam Kebakaran (PMK), dan Emergency. Menurut relawan, waktu menjadi faktor penting agar kendaraan dapat segera bergerak saat menerima laporan kebakaran.

Ketua Banjarbaru Rescue (Bares) 698 Kemas Akhmad Rudi Indrajaya mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Pertamina dalam pertemuan pada 4 September 2026. Namun, permintaan prioritas pengisian masih terbentur regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Sebelumnya tanggal 4 September 2026 kemarin kami sudah bertemu dengan pihak Pertamina, tetapi masih terbentur dengan regulasi mereka,” ujarnya, Minggu, 13 September 2026. “Ada SOP yang ditentukan oleh mereka, kami meminta prioritas pengisian BBM saja, kami beli, bukan minta.”

Kemas mengatakan relawan tidak meminta pembebasan biaya maupun fasilitas khusus. Mereka hanya membutuhkan kemudahan agar kendaraan dapat segera kembali bertugas setelah mengisi bahan bakar.

Ia berharap terdapat mekanisme yang jelas di setiap SPBU untuk mengenali kendaraan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Dengan begitu, proses pengisian dapat berlangsung lebih cepat saat kondisi darurat.

“Harapan kami pihak Pertamina bisa membuatkan pengumuman untuk mempermudah pengisian BBM bagi relawan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat respons di setiap SPBU di Kota Banjarbaru,” katanya.

Kemas menyebut Pertamina masih memerlukan koordinasi lebih lanjut untuk menindaklanjuti permintaan tersebut. Ia berharap solusi yang dihasilkan tetap sesuai aturan dan dapat menjawab kebutuhan relawan di lapangan.

Kemas juga mengapresiasi dukungan Pertamina Kabupaten Banjar yang telah memberikan BBM bebas antre bagi relawan. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi contoh penerapan kemudahan dengan mekanisme yang jelas.

“Kami salut dengan Pertamina Kabupaten Banjar yang mendukung BBM bebas antre untuk relawan karhutla. Kami berharap pihak Pertamina bisa peka untuk mengerti kondisi para relawan di Banjarbaru, kami beli BBM untuk kemanusiaan, bukan untuk melangsir,” ucapnya.

Bagi relawan, kelancaran pengisian BBM merupakan bagian penting dalam mendukung respons cepat terhadap laporan kebakaran. Ketersediaan bahan bakar membantu kendaraan segera bergerak menuju lokasi dan mempercepat penanganan di lapangan. (Yds/MedCenBJB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....