Harga Pangan Naik, Pemko Banjarbaru Siapkan Langkah Kendalikan Inflasi

  • 20 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pemerintah Kota Banjarbaru menyiapkan berbagai langkah pengendalian inflasi menyusul meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, khususnya beras. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak kenaikan harga terhadap masyarakat.

Langkah pengendalian tersebut disiapkan setelah Pemerintah Kota Banjarbaru mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah itu diikuti secara virtual dari Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru, Senin, 20 Juli 2026.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas dipengaruhi berbagai faktor, baik global maupun nasional. Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada Banjarbaru, terutama untuk komoditas beras yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Beberapa kenaikan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi global hingga meningkatnya harga gabah,” ujarnya. “Karena itu kita harus segera mengambil langkah konkret agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.”

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby memberikan arahan kepada perangkat daerah untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026.

Lisa menjelaskan kebutuhan beras masyarakat Banjarbaru sebagian besar masih dipasok dari Pulau Jawa. Distribusi pasokan tersebut saat ini menghadapi tantangan akibat tingginya biaya angkutan yang dipengaruhi mahal dan terbatasnya pasokan solar.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru akan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dan mempercepat langkah pengendalian inflasi. Upaya yang disiapkan antara lain memperbanyak operasi pasar, menggelar Gerakan Pangan Murah, serta memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog guna menjaga ketersediaan pasokan pangan.

“Kita harus bergerak bersama. Saya minta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti hasil rapat ini melalui operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, dan penguatan koordinasi dengan Bulog agar pasokan pangan tetap terjaga serta harga dapat lebih terkendali,” kata Wali Kota.

Selain harga pangan, Pemerintah Kota Banjarbaru juga mencermati kenaikan harga LPG bersubsidi 3 kilogram. Pengawasan distribusi akan terus dilakukan agar penyaluran LPG bersubsidi tetap tepat sasaran.

Pemkot Banjarbaru optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga melalui sinergi seluruh pihak. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi di Kota Banjarbaru. (Ald/Adi/MedCenBJB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....