Komisi IV DPRD Kalsel Soroti Obat dan Stunting di Puskesmas Mandastana
- 09 Sep 2026 14:35 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi salah satu kunci utama dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan publik yang optimal. Tidak hanya sarana dan prasarana, kesiapan tenaga medis, obat-obatan, serta pelayanan yang cepat dan ramah juga menjadi perhatian penting.
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifha, menegaskan fasilitas kesehatan primer harus selalu siap menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang muncul akibat kondisi musiman di daerah. Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut penting agar masyarakat tetap mendapatkan penanganan maksimal di tengah situasi lingkungan yang berubah.
Namun, Jihan mengingatkan penanganan dampak bencana lingkungan tidak boleh membuat program prioritas kesehatan lainnya terabaikan. Salah satunya adalah upaya percepatan penurunan angka stunting yang harus tetap menjadi perhatian pemerintah dan fasilitas kesehatan.
“Penurunan stunting jangan sampai terabaikan meski kita sedang berhadapan dengan penanganan dampak bencana asap,” ujar Jihan, Jumat 4 September 2026. Ia juga menemukan adanya keterbatasan stok sejumlah obat yang masuk dalam Formularium Nasional (Fornas), sementara kebutuhan di lapangan terkadang berbeda.
Menurut Jihan, persoalan ketersediaan obat tersebut perlu segera dikomunikasikan dengan pemerintah pusat agar regulasi dapat disesuaikan dengan kondisi nyata di daerah. “Kami akan berkonsultasi ke Kemenkes, mengenai jenis obat apa saja yang masih kurang ketersediaannya, mengingat regulasi ini dievaluasi secara berkala,” kata Jihan.
Politisi Gerindra itu berharap kebutuhan obat yang belum terakomodasi dalam Fornas dapat memperoleh solusi melalui dukungan anggaran pemerintah pusat. “Semoga hal tersebut bisa kita alokasikan nanti melalui DAK atau anggaran pusat,” ucapnya.
Kepala Puskesmas Mandastana, dr. Rusdiani, menyampaikan pihaknya telah membentuk tim kesehatan khusus untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejak awal Agustus hingga saat ini, sekitar 200 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) telah ditangani dengan baik tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.
Di sisi lain, upaya pencegahan stunting di wilayah Mandastana juga menunjukkan hasil positif dengan angka yang berhasil ditekan hingga tujuh persen. Capaian tersebut dilakukan melalui strategi jemput bola dengan menyambangi desa-desa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam), sementara monitoring turut didampingi Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....