Komisi IV DPRD Kalsel Soroti Kebutuhan Guru Agama Non Islam di SMAN Pelaihari

  • 04 Agt 2026 09:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja monitoring ke SMAN 1 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kamis 30 Juli 2026. Kunjungan tersebut difokuskan untuk memastikan kondisi sarana prasarana sekaligus menyerap aspirasi terkait kebutuhan tenaga pendidik di sekolah favorit yang menampung sekitar 900 siswa itu.

SMAN 1 Pelaihari selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Tanah Laut dengan jumlah peserta didik yang terus meningkat setiap tahunnya. Namun, di balik capaian tersebut, sekolah masih menghadapi tantangan dalam pemerataan tenaga pengajar, terutama ketersediaan guru agama non-Islam.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifha, mengatakan kunjungan lapangan merupakan bentuk komitmen DPRD dalam mengawal kualitas pendidikan di Banua. Selain melihat langsung kondisi sekolah, pihaknya juga ingin memastikan berbagai kebutuhan pendidikan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengawal kualitas pendidikan di Kalsel. Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini bantuan dari provinsi sudah terealisasi berupa ruang pengawas dan alat pembelajaran,” ujar Jihan.

Menurut Jihan, bantuan sarana dan prasarana yang telah diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi bukti perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Ia berharap dukungan tersebut mampu menunjang proses belajar mengajar yang semakin optimal di SMAN 1 Pelaihari.

Meski demikian, Komisi IV DPRD Kalsel masih menemukan persoalan yang memerlukan perhatian serius, yakni belum terpenuhinya kebutuhan guru agama non-Islam. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar seluruh peserta didik memperoleh pelayanan pendidikan agama secara adil dan merata.

“Masalah ini akan segera kami bahas lebih lanjut bersama Kepala Dinas Pendidikan Kalsel guna menemukan solusi terbaik. Sehingga pemenuhan tenaga pengajar dapat teratasi dan seluruh murid mendapatkan hak serta pelayanan pendidikan agama yang setara,” kata Jihan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pelaihari, Ihsanul Imani, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Komisi IV DPRD Kalsel terhadap perkembangan sekolahnya. Ia juga menyambut baik bantuan sarana prasarana yang telah direalisasikan oleh pemerintah provinsi.

Menurut Ihsanul, keberadaan guru agama non-Islam sangat dibutuhkan agar seluruh siswa memperoleh layanan pendidikan sesuai haknya. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Dinas Pendidikan.

“Terima kasih atas perhatian dari Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, yang sudah berkunjung ke sekolah. Kami berharap, usulan terkait tenaga pendidik agama non Islam bisa segera mendapat solusi terbaik agar seluruh siswa memperoleh layanan pendidikan yang sama,” ucapnya.

Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan yang disampaikan Komisi IV DPRD Kalsel. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas sehingga seluruh siswa di SMAN 1 Pelaihari mendapatkan hak belajar yang maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....