Apresiasi Literasi SMA, Bang Dhin Soroti Rendahnya Numerasi dan Keamanan Sekolah
- 08 Jul 2026 16:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin, mengapresiasi capaian Rapor Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 yang mencatat Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan sebesar 74,5 dengan status "Tuntas Pratama". Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan adanya kemajuan pada sektor pendidikan, khususnya dalam aspek literasi peserta didik.
Pria yang akrab disapa Bang Dhin itu menyampaikan capaian literasi siswa SMA di Kalimantan Selatan layak mendapat apresiasi karena berada pada kelompok 1 hingga 20 persen terbaik secara nasional. Menurutnya, ini menjadi bukti nyata kerja keras guru dan satuan pendidikan di Kalimantan Selatan.
“Capaian literasi peserta didik kita patut diapresiasi. Skor literasi jenjang SMA Umum berada di peringkat atas nasional, 1 sampai 20 persen terbaik se-Indonesia, dan terus naik dibanding tahun lalu,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Meski demikian, Komisi IV DPRD Kalsel mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan yang harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah menurunnya kemampuan numerasi peserta didik pada jenjang SMA dan SMK umum dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, penurunan kemampuan numerasi, terutama pada materi bilangan dan aljabar, harus segera mendapat intervensi yang tepat. “Kalau numerasi tidak segera dibenahi, dampaknya akan terasa pada daya saing lulusan kita di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” katanya.
Selain numerasi, persoalan keamanan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian utama DPRD Kalsel berdasarkan hasil Rapor Pendidikan Tahun 2025. Temuan mengenai menurunnya persentase peserta didik yang merasa aman dari kekerasan seksual dinilai sebagai kondisi yang tidak boleh diabaikan.
“Ini alarm keras bagi kita semua. Komisi IV akan memanggil Dinas Pendidikan Provinsi untuk memastikan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual atau TPPK benar-benar aktif di setiap SMA dan SMK, bukan cuma ada di atas kertas,” ucap Bang Dhin.
Ia mendorong percepatan pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Sementara itu, persoalan pemerataan tenaga pendidik juga masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Rendahnya indeks distribusi guru serta minimnya pencatatan keikutsertaan guru dan pengawas sekolah dalam pelatihan berkelanjutan dinilai perlu segera diperbaiki.“Percuma punya kurikulum bagus kalau gurunya belum merata dan jarang dilatih, ini nanti akan masuk dalam pembahasan anggaran mendatang,” ujar Bang Dhin.
Sebagai bentuk komitmen, Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan mengawal tindak lanjut hasil Rapor Pendidikan melalui rapat kerja bersama Dinas Pendidikan serta pembahasan anggaran tahun berikutnya. Fokus pengawasan akan diarahkan pada peningkatan numerasi, keamanan satuan pendidikan, pemerataan distribusi guru, dan penguatan pelatihan tenaga pendidik.
“Rapor ini bukan sekadar angka, tapi cermin kondisi anak-anak kita di sekolah. DPRD tidak akan berhenti hanya membaca laporan, tapi akan turun langsung mengawasi implementasinya di lapangan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....