Supian HK Apresiasi Ekspedisi Rupiah Berdaulat hingga Pulau Terluar

  • 09 Jun 2026 15:53 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri pelepasan Kapal Hiu Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa 9 Juni 2026.

Ekspedisi akan berlangsung mulai 9 hingga 15 Juni 2026 itu menyasar lima pulau terluar di Kalimantan Selatan. Wilayah yang menjadi tujuan meliputi Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, dan Pulau Laut Timur.

Kelima pulau tersebut merupakan kawasan 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. Karena itu, keberadaan layanan keuangan dan edukasi rupiah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan pembangunan.

Supian HK menilai langkah Bank Indonesia Kalsel bersama TNI AL menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kedaulatan negara hingga ke wilayah terluar. Program tersebut juga dinilai mampu memperkuat rasa cinta tanah air masyarakat yang tinggal di kawasan kepulauan.

“Ini bentuk nyata menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memperkuat cinta tanah air sampai ke pulau-pulau terluar Bumi Lambung Mangkurat,” ujar Supian HK. Menurutnya, kehadiran negara harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Ia juga mengapresiasi layanan kas keliling, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, serta pemusnahan uang tidak layak edar yang menjadi bagian dari ekspedisi tersebut. Program itu dinilai mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya penggunaan rupiah yang baik dan benar.

“Anak Banua di pulau 3T berhak mendapat akses keuangan yang layak dan pemahaman yang benar tentang rupiah. DPRD Kalsel mendukung penuh program ini,” katanya. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serupa pada masa mendatang.

Supian HK berharap Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Ia menilai program tersebut harus mampu memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan literasi keuangan dan kualitas penggunaan rupiah di masyarakat pesisir serta pulau-pulau terluar Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....