Nor Fajri Sosialisasikan Perda Cadangan Pangan Daerah Kalsel

  • 09 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Nor Fajri, melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya cadangan pangan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam sosialisasi itu, Nor Fajri menyampaikan bahwa kondisi cadangan pangan di Kalimantan Selatan hingga saat ini masih berada dalam kategori aman. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga tetap stabil.

“Cadangan pangan di Kalimantan Selatan saat ini relatif aman sehingga masyarakat tidak perlu panik. Untuk beberapa bulan ke depan, berdasarkan informasi terbaru dari Bulog Kalimantan Selatan, stok beras masih tersedia dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Nor Fajri.

Ia menjelaskan bahwa tidak hanya beras, sejumlah komoditas pangan lainnya seperti gula pasir, jagung, dan minyak goreng juga masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi. Kondisi tersebut menjadi indikator positif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.

Menurut Nor Fajri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan juga memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Cadangan tersebut berfungsi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana, gangguan distribusi, maupun kelangkaan pangan di suatu wilayah.

“Cadangan pangan pemerintah daerah biasanya terdiri dari beras, jagung, sagu, dan berbagai jenis umbi-umbian. Cadangan ini dapat digunakan untuk intervensi ketika terjadi keadaan darurat atau gangguan pasokan pangan,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi salah satu lumbung pangan nasional, khususnya untuk komoditas beras. Menurutnya, persoalan yang kerap terjadi bukan pada ketersediaan stok, melainkan fluktuasi harga di tingkat pasar yang dipengaruhi berbagai faktor.

Dalam kesempatan tersebut, Nor Fajri juga menyampaikan komitmennya untuk terus memantau kondisi para petani mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya cadangan pangan sebagai instrumen strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....