Nor Fajri Ajak Warga Perkuat Persatuan Melalui Pancasila
- 21 Jun 2026 20:25 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Nor Fajri, S.E., melaksanakan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila dengan tema “Pancasila dan Semangat Persatuan” di Desa Padang Panjang RT 09, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Senin 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat setempat sebagai upaya memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan itu, Nor Fajri menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia mengatakan masyarakat harus mampu menyikapi perkembangan teknologi informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Saat ini banyak informasi yang beredar di masyarakat yang belum tentu benar dan dapat memengaruhi cara pandang seseorang. Jangan sampai perbedaan pendapat yang muncul justru menimbulkan perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Nor Fajri menjelaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dipengaruhi dinamika global yang penuh ketidakpastian. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus diaktualisasikan sebagai pedoman dalam memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital serta lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi melalui media sosial. Menurutnya, maraknya hoaks dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
“Hari ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan lebih berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumber maupun kebenarannya. Hoaks sering kali sulit dibedakan dengan informasi yang benar, sehingga literasi digital dan wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk dimiliki,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....