Ruang Sastra: Puisi, Tradisi, dan Refleksi Budaya
- 21 Feb 2025 15:27 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Ruang Sastra di RRI Pro4 Banjarmasin kembali menghadirkan diskusi budaya yang mempertemukan sastra Banjar dalam konteks Nusantara. Acara ini dipandu oleh Wan Kahfi dan menghadirkan Syarifah, Elly, dan Fitri Sei Getas. Percakapan mencakup peluncuran buku terbaru, proyek kolaboratif mendatang, serta refleksi budaya dan keagamaan.
Syarifah menceritakan kebanggaannya setelah terpilih sebagai Ketua Sanggar Titian Barantai Uniska dalam pemilihan yang berlangsung ketat. Ini adalah amanah besar bagi saya, dan saya ingin menjadikan sanggar ini sebagai tempat berkembangnya kreativitas sastra, khususnya bagi generasi muda. Kamis (20/2/2025).
Diskusi berkembang pada makna shalat Subuh dalam Islam, di mana tantangan dan keutamaan bangun pagi menjadi sorotan utama. Subuh adalah waktu yang penuh keberkahan. Bangun di waktu ini bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian spiritual. Keindahan langit fajar sering menjadi inspirasi saya dalam menulis," kata Fitri Sei.Getas.
Beberapa puisi yang dipresentasikan dan dibahas antara lain Tobat Sang Pembenci, Cahaya dalam Mantra, Sendra Dara-Dara, dan Pagi yang Kutunggu. Menyoroti pentingnya sastra dalam menyampaikan pesan spiritual. Diskusi ini juga menggali penggunaan mantra dalam puisi serta keyakinan pribadi yang melingkupinya.
"Puisi adalah cermin dari kehidupan. melalui bait-baitnya, kita bisa menyampaikan kegelisahan, harapan, dan doa," kata Elly.
Melalui program "Ruang Sastra", para penyair tidak hanya menyampaikan puisi tetapi juga menyuarakan pemikiran mereka tentang budaya, agama, dan nilai-nilai spiritual. Diskusi ini menegaskan bahwa sastra dapat menjadi jembatan untuk memahami kehidupan dengan lebih mendalam.
"Sastra bukan hanya tentang kata-kata, tapi juga tentang bagaimana kita memahami dan meresapi kehidupan," kata Syarifah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....