Ceruk Pasar Jadi Kunci Bisnis Florist
- 08 Sep 2026 07:26 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Grantha Florist memilih ceruk buket satin handmade untuk menghadapi persaingan
- Kreativitas dan keberanian menjadi modal awal membangun usaha
- Pemilik mendorong anak muda konsisten membaca peluang pasar
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Grantha Floris Banjarmasin mengembangkan usaha florist dengan mencari ceruk pasar dan menghadirkan produk yang memiliki ciri khas. Strategi tersebut dilakukan agar bisnis tetap memiliki pembeda di tengah persaingan usaha buket yang semakin ramai.
Persaingan tidak membuat pemilik usaha berhenti berkreasi, tetapi justru mendorongnya untuk menemukan produk yang sesuai dengan kemampuan dan minat pasar. Salah satunya melalui buket satin handmade yang dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan.
“Awalnya saya ingin mencari usaha yang bisa menggabungkan kreativitas, hobi, sekaligus menghasilkan keuntungan. Saya juga ingin membuktikan bahwa laki-laki bisa menjalankan bisnis florist dan serius di bidang ini,” ujar Owner Grantha Florist Banjarmasin, Muhammad Edi Abrar Basyiti dalam dialog UMKM Bicara RRI PRO1 Banjarmasin, Senin, 7 September 2026.
Usaha yang dirintis sejak akhir 2023 itu pada awalnya dijalankan dari rumah dengan memanfaatkan penjualan secara daring. Seiring meningkatnya permintaan, Grantha Floris kemudian berkembang dengan membangun tim dan membuka cabang untuk mendekatkan layanan kepada pelanggan.
“Ketika persaingan buket sudah banyak, kita tidak bisa hanya ikut-ikutan. Kita harus mencari ceruk pasar, punya ciri khas, dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan konsumen,” ucap Edi.
Menurutnya, konsistensi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan usaha, khususnya ketika kondisi pasar sedang sepi. Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki semangat pada awal memulai bisnis, tetapi harus terus melakukan riset, mempertahankan produk yang berjalan, dan mencari peluang baru.
“Jangan hanya semangat di awal. Ketika sepi, kita harus tetap bergerak dan mencari peluang. Yang penting kita mau belajar, memahami produk, mengetahui kebutuhan konsumen, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....