Kurihing Gallery Modernisasi Sasirangan untuk Generasi Muda
- 31 Agt 2026 06:28 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Noor Hafidzah Rahmi melalui Kurihing Gallery menghadirkan kain sasirangan dalam bentuk yang lebih modern dan sesuai dengan selera generasi muda.
- Sasirangan, kain khas Kalimantan Selatan, tidak lagi identik dengan pakaian formal atau gaya tradisional semata.
- Strategi Kurihing Gallery adalah menciptakan desain yang berbeda dan modern sambil tetap mempertahankan unsur khas sasirangan itu sendiri.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kain sasirangan tidak lagi harus identik dengan pakaian formal atau gaya tradisional. Melalui Kurihing Gallery, Noor Hafidzah Rahmi berupaya menghadirkan sasirangan dalam bentuk yang lebih modern dan sesuai dengan selera generasi muda.
“Kita berfokus di bidang wastra fashion, kain khas dari Kalimantan Selatan, yaitu sasirangan,” ujar Hafidzah saat dialog Muda Kreatif di RRI Pro2 Banjarmasin, Sabtu, 29 Agustus 2026. “Kita bikin sesuatu yang berbeda dan lebih modern tanpa meninggalkan unsur khasnya itu sendiri.”
Hafidzah mengaku awalnya tidak berencana menekuni kerajinan sasirangan. Lulusan jurusan multimedia tersebut mulai tertarik setelah mendapat ajakan untuk belajar di Rumah Sasirangan Kreatif.
“Di Rumah Sasirangan Kreatif, Ka Sandi, owner Kantan Sasirangan, sering mengajak saya untuk ikut belajar. Dari situ saya mulai tertarik untuk menekuni sasirangan,” ucap Hafidzah.
Menurut Hafidzah, perkembangan sasirangan kini semakin beragam dari sisi motif, warna, hingga bentuk produk. Kondisi tersebut membuka peluang bagi wastra khas Kalimantan Selatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk kalangan anak muda.
Sebagai bagian dari Generasi Z, Hafidzah mencoba memadukan tren fesyen masa kini dengan karakter sasirangan. Salah satu inspirasinya adalah motif pita yang kemudian diterapkan dalam pengembangan produk Kurihing Gallery.
“Karena di sini owner-nya Gen Z, jadi kita melihat perkembangan tren juga. Aku cukup terinspirasi dari tren terbaru sampai akhirnya bikin motif sasirangan dengan motif pita,” ujar Hafidzah.
Selain mengembangkan motif, Kurihing Gallery juga menghadirkan pilihan warna yang lebih beragam untuk menyesuaikan preferensi generasi muda. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperluas sasaran pasar, terutama remaja dan kalangan muda.
Hafidzah menilai perkembangan zaman mendorong para pengrajin untuk terus berinovasi agar sasirangan tetap relevan. Kurihing Gallery mencoba mengembangkan wastra tersebut ke dalam produk fesyen siap pakai dengan tetap mempertahankan karakter khasnya.
“Sekarang juga banyak pengrajin sasirangan yang melek terhadap inovasi hingga akhirnya banyak membuat inovasi-inovasi baru,” ucap Hafidzah. “Misalnya dari Kurihing Gallery, kita bikin bentuk vest ready to wear yang lebih terlihat kekinian dari segi motif dan warnanya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....