Keamanan Pangan Jadi Kunci Kepercayaan Konsumen UMKM

  • 19 Jul 2026 06:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kesadaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap keamanan pangan dinilai perlu terus diperkuat. Makanan yang tampak bersih belum tentu aman dikonsumsi apabila proses pengolahan dan penyimpanannya tidak memenuhi prinsip keamanan pangan.

Hal tersebut mengemuka dalam program Ruang UMKM RRI Pro 4 Banjarmasin, Selasa, 14 Juli 2026. Program tersebut menghadirkan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Banjarbaru, Yuniar Ayu Handayani, S.Si., Apt., sebagai narasumber.

Yuniar menjelaskan bahwa ancaman terhadap keamanan pangan tidak hanya berasal dari penggunaan bahan berbahaya seperti formalin atau boraks. Kontaminasi juga dapat terjadi akibat kebiasaan sederhana, seperti menggunakan talenan yang sama untuk bahan mentah dan makanan matang, tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan, atau menyimpan bahan pangan dengan cara yang tidak tepat.

Menurutnya, keamanan pangan bertujuan mencegah cemaran biologis, kimia, maupun fisik agar pangan tetap aman dikonsumsi. Karena itu, setiap pelaku UMKM perlu memahami dan menerapkan prinsip keamanan pangan dalam setiap tahapan produksi.

"Sering kali pelaku usaha fokus pada cita rasa dan tampilan produk. Padahal, keamanan pangan merupakan aspek yang sama pentingnya," kata Yuniar.

Ia menambahkan, produk yang enak tetapi tidak aman dapat merugikan konsumen sekaligus berdampak pada keberlangsungan usaha. Kepercayaan masyarakat terhadap produk juga dapat menurun apabila keamanan pangan diabaikan.

Yuniar menjelaskan terdapat tiga jenis cemaran yang perlu diwaspadai, yakni cemaran fisik, biologis, dan kimia. Cemaran tersebut dapat berasal dari rambut, serpihan kaca, bakteri, virus, jamur, maupun penggunaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B.

Menurutnya, salah satu penyebab yang paling sering memicu masalah keamanan pangan adalah kontaminasi silang. Risiko tersebut dapat dicegah dengan memisahkan bahan mentah dan makanan siap saji, menggunakan peralatan yang berbeda, serta menyimpan bahan pangan dalam wadah terpisah.

Ia mengajak pelaku UMKM menerapkan lima kunci keamanan pangan secara konsisten, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menyimpan makanan pada suhu yang tepat, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai mampu menekan risiko keracunan pangan sekaligus meningkatkan kualitas produk.

Yuniar menegaskan bahwa penerapan keamanan pangan merupakan investasi jangka panjang bagi UMKM. Semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap keamanan produk, semakin besar pula peluang usaha untuk berkembang dan memperluas pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....