Fashion Lokal Kalimantan Berpeluang Bersaing di Pasar Nasional dan Global

  • 13 Jun 2026 08:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fashion lokal Kalimantan dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar nasional hingga global. Potensi tersebut didukung kreativitas pelaku usaha serta kekayaan budaya yang menjadi identitas produk.

Hal itu disampaikan desainer busana Naufal Lisna Reisya atau Echa dalam Program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 12 Juni 2026. Dialog tersebut mengangkat tema perempuan milenial, fashion lokal, dan UMKM kreatif Kalimantan.

Menurut Echa, masih banyak anak muda yang menganggap produk luar negeri lebih bergengsi. Padahal, kualitas berbagai produk lokal Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk mancanegara.

“Brand lokal Indonesia sebenarnya memiliki kualitas yang sangat baik,” ujarnya. “Banyak produk handmade bahkan lebih unggul dibandingkan produk massal dari luar negeri.”

Echa menjelaskan masyarakat kini semakin mudah menemukan produk lokal melalui media sosial dan marketplace. Banyak pelaku usaha juga mengintegrasikan wastra seperti batik, sasirangan, dan tenun ke dalam produk fashion mereka.

“Sentuhan budaya pada produk fashion membuat penampilan lebih unik dan berkarakter,” katanya. “Produk lokal orisinal juga lebih membanggakan dibandingkan barang tiruan atau KW.”

Ia menilai perubahan tren di kalangan anak muda menjadi peluang bagi pelaku usaha kreatif untuk terus berinovasi. Fashion lokal Kalimantan juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas apabila didukung kreativitas dan strategi promosi yang tepat.

Menurutnya, fenomena FOMO dapat menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha. Namun, inovasi harus terus dilakukan agar produk tetap menarik dan relevan bagi konsumen.

Sementara itu, dosen dan mentor bisnis kreatif Erini Junita Sari, BA (Hons), M.Sc., mengatakan perempuan milenial memiliki peluang besar menjadi penggerak ekonomi kreatif. Kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha.

“Perempuan milenial memiliki pengalaman sebagai konsumen sekaligus pelaku usaha,” ujarnya. “Bekal itu membuat mereka lebih matang dalam merancang bisnis kreatif.”

Erin berharap kolaborasi antara pelaku fashion lokal dan UMKM terus diperkuat untuk mengangkat budaya daerah. Pemanfaatan wastra seperti sasirangan dinilai dapat menjadi nilai tambah sekaligus memperluas pasar produk kreatif Kalimantan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....