Wamen Koperasi Bongkar Jalan UMKM Naik Kelas, Sasirangan Dibidik untuk Mendunia!

  • 08 Mei 2026 18:42 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Harapan besar bagi pelaku UMKM di Kota Banjarmasin akhirnya mendapat angin segar. Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, menegaskan pemerintah siap membuka keran permodalan murah hingga akses pasar internasional saat mengunjungi Showroom Dekranasda Kota Banjarmasin di Balai Kota, belum lama tadi.

Dalam kunjungan tersebut, perhatian utama tertuju pada kekuatan produk lokal khas Banua, terutama kain Sasirangan yang dinilai memiliki peluang besar menembus pasar global. “Produk UMKM kita, termasuk sasirangan, punya peluang besar mendunia. Tinggal bagaimana kita dorong akses modal dan pasarnya agar semakin luas,” kata Farida.

Ia menilai selama ini banyak pelaku UMKM memiliki kualitas produk yang mampu bersaing, namun kerap tersendat pada persoalan modal dan pemasaran. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi mulai membuka akses pembiayaan dengan bunga ringan agar para pengrajin bisa berkembang lebih cepat.

“Kami membuka akses pinjaman melalui LPDB dengan bunga sekitar 3 sampai 6 persen per tahun. Ini bisa dimanfaatkan koperasi yang beranggotakan para pengrajin,” ujarnya.

Farida juga menekankan pentingnya pelaku usaha berhimpun dalam koperasi agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Menurutnya, pola usaha kolektif akan mempermudah akses pembiayaan sekaligus memperbesar peluang ekspansi pasar.

Tak hanya soal modal, Ia juga memberi sinyal keras bahwa UMKM harus segera beradaptasi dengan era digital jika tidak ingin tertinggal. “Sekarang zamannya digital. Produk UMKM tidak hanya dijual di dalam negeri, tapi juga bisa menjangkau pembeli luar negeri,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Banjarmasin, Neli Listriani menyambut positif dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menyebut para pengrajin di Banjarmasin memang membutuhkan akses modal yang mudah, cepat, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

“Kolaborasi ini tentu menjadi peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang lebih cepat dan lebih kuat. Apalagi para pengrajin di Banjarmasin memang membutuhkan akses modal yang mudah, cepat, dan berkelanjutan,” ucap Neli.

Dorongan pemerintah pusat ini menjadi sinyal bahwa UMKM Banjarmasin tak lagi dipandang sebagai pelaku usaha kelas pinggiran. Dengan dukungan modal murah dan perluasan pasar digital, produk lokal seperti sasirangan kini mulai diarahkan naik kelas menuju persaingan nasional bahkan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....