Sasirangan Banjar Bertransformasi, PS-8 Kembangkan Tas Kreatif Bernilai Ekonomi
- 16 Jun 2026 06:34 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kain sasirangan yang dahulu dikenal sebagai bagian dari tradisi masyarakat Banjar kini terus bertransformasi menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Melalui tangan pengusaha muda asal Banjarmasin, mitra binaan PNM Mekaar Cabang Banjarmasin, Marini Permata Sari, S.H., pemilik usaha PS-8 Tas Sasirangan, kain khas Banjar tersebut disulap menjadi tas modern yang mampu menembus pasar lebih luas.
Kisah perjalanan usaha tersebut dibagikan Rini, sapaan Marini Permata Sari, dalam siaran Ruang UMKM RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 15 Juni 2026. Siaran ini mengangkat topik “Lika-Liku Usaha Tas Sasirangan” yang membahas perjalanan membangun usaha hingga mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Rini menceritakan bahwa usaha PS-8 Tas Sasirangan mulai dirintis sejak 2018 melalui program pelatihan wirausaha dari Dinas Koperasi. Berbekal keterampilan menjahit yang diperoleh saat sekolah di SMK, ia memilih mengembangkan kain sasirangan menjadi produk tas karena melihat peluang kreativitas yang lebih luas.
“Awalnya ada pilihan membuat tas sasirangan atau boneka bekantan. Karena saya punya dasar menjahit, akhirnya memilih tas sasirangan,” ujar Rini.
Namun, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas produksi dan pemasaran sempat mengalami penurunan. Setelah sebelumnya aktif mengikuti berbagai pameran dan pasar wisata sasirangan di Sungai Jingah, Marini harus kembali membangun usahanya dari awal ketika permintaan menurun.
“Waktu pandemi hampir vakum, tetapi masih ada pesanan dari SKPD untuk seminar kit. Setelah itu bingung bagaimana memulai lagi karena modal juga terbatas,” katanya.
Harapan kembali muncul ketika Marini bergabung dengan program PNM Mekaar pada 2022. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa akses permodalan, tetapi juga pendampingan dan pembinaan dalam mengembangkan usaha.
“Yang membuat nyaman karena kita diayomi. Selain itu juga diajari tentang usaha, pemasaran, dan tidak dilepas begitu saja,” ujarnya.
Saat ini, PS-8 Tas Sasirangan memproduksi berbagai produk seperti tote bag, sling bag, pouch, dompet, hingga aksesori berbahan kain sasirangan. Produk tersebut dikemas dengan konsep modern agar dapat digunakan berbagai kalangan, baik perempuan maupun laki-laki.
Rini menyebut sebagian besar produknya dibuat berdasarkan pesanan pelanggan. Untuk tas seminar kit, pemesanan minimal 50 buah dengan waktu pengerjaan sekitar satu bulan, dengan harga mulai dari puluhan ribu rupiah, tergantung model, bahan, dan tingkat kesulitan.
Selain mengembangkan desain sendiri, Marini juga telah mendaftarkan merek PS-8 Tas Sasirangan untuk memperoleh perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Proses tersebut dibantu oleh Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin.
“Kita bisa mendaftarkan merek secara perorangan. Saya dibantu dari awal sampai proses HAKI keluar,” ucapnya.
Dahulu, kain ini digunakan dalam lingkungan kerajaan serta upacara adat karena memiliki nilai sakral dan dipercaya sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Kini, sasirangan berkembang menjadi produk fesyen dan ekonomi kreatif yang membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....