Pelaku UMKM di Banjarmasin Sulit Dapat Modal, Wemen: Datangi Kepala Dinas!

  • 22 Apr 2026 07:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kunjungan kerja Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Moraza ke Kota Banjarmasin mengungkap fakta masih sulitnya pelaku usaha mendapatkan permodalan. Fajri, salah satu pedagang Pasar Antasari mengungkapkan persyaratan jaminan hingga riwayat pembayaran yang panjang dinilai masih memberatkan.

“Harapan kami, pedagang kecil seperti kita ini lebih dipermudah urusan di bank, karena terkadang syaratnya terlalu berat. Mudah-mudahan ada kebijakan yang lebih ringan buat kami yang betul-betul ingin membesarkan modal usaha,” ujarnya, di sela-sela kunjungan Wamen UMKM ke Pasar Sentra Antasari.

Menanggapi hal itu, Helvi mengakui masih adanya kendala di lapangan dan bahkan mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya menunggu. “Kalau ada kendala, datangi Kepala Dinas. Sampaikan langsung, jangan diam, karena sekarang perbankan Himbara sudah lebih terbuka,” ujarnya, kepada awak media.

Lebih jauh, Helvi menekankan bahwa fokus kementeriannya saat ini tidak hanya pada pembiayaan, tetapi juga memperluas akses pasar. Ia bahkan mendesak Pemerintah Kota Banjarmasin untuk segera melakukan klasterisasi UMKM agar ekosistem usaha menjadi lebih terarah dan berdaya saing.

“Ke depan, UMKM diarahkan menjadi penunjang ekosistem industri. Kami menargetkan sektor produksi mencapai 65 persen, karena sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran,” jelasnya.

Tak hanya itu, Helvi juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal melalui program nasional. Ia memastikan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan perumahan akan melibatkan UMKM sebagai pemasok bahan baku.

Di sisi lain, Helvi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin yang menggandeng perbankan dalam memberikan proteksi asuransi kerusakan tempat usaha bagi 200 pedagang. “Ini adalah wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kolaborasi semua pihak. Negara harus hadir memberikan perlindungan agar UMKM memiliki ketenangan dalam berusaha,” ujar Helvi, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....