Strategi 5N Bantu UMKM Naik Kelas
- 13 Sep 2026 16:24 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- UMKM harus meningkatkan orientasi bisnis dari sekadar bertahan menjadi fokus pada peningkatan kualitas produk, nilai bisnis, dan perluasan jangkauan pasar.
- Penguatan manajemen usaha melalui strategi sederhana menjadi kunci utama agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan dan stabil.
- Strategi 5N yang disampaikan Norrahmiati dapat diterapkan oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan level usaha secara bertahap dan terukur.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong tidak hanya berorientasi pada kemampuan bertahan, tetapi juga meningkatkan kualitas bisnis, nilai produk, dan jangkauan pasar. Penguatan manajemen usaha melalui strategi yang sederhana dinilai menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Akademisi IBITEK Banjarmasin sekaligus Pembina UMKM Maju Bersama, Norrahmiati, SE., MM., dalam siaran Ruang UMKM RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 9 September 2026. Norrahmiati menjelaskan strategi 5N yang dapat diterapkan pelaku UMKM untuk meningkatkan level usaha secara bertahap.
Menurutnya, naik kelas tidak hanya berarti bertambahnya jumlah penjualan, tetapi adanya perubahan nyata dalam perkembangan bisnis. Perubahan tersebut dapat berupa bertambahnya pelanggan, peningkatan kualitas produk, hingga kemampuan membuka cabang.
“Naik kelas itu berarti terjadi perubahan terhadap kondisi awal sampai dia sekarang,” ujar Norrahmiati. “Misalnya tadinya hanya punya satu toko, kemudian kalau sudah naik kelas dia punya beberapa cabang, atau bisa juga makin banyak pelanggannya.”
Untuk mendukung peningkatan usaha, Norrahmiati memperkenalkan strategi 5N, yakni nilai, nama, nomor, online, dan naik pasar. Nilai berkaitan dengan manfaat dan keunggulan produk, sedangkan nama mencakup identitas usaha yang mudah dikenali dan diingat konsumen.
Menurutnya, nilai produk harus disampaikan secara menarik dan tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pelaku usaha juga perlu menghindari klaim berlebihan karena dapat menurunkan kepercayaan konsumen.
“Bisnis itu salah satunya adalah kejujuran. Kita mengatakan sesuatu sesuai dengan apa yang kita tampilkan dan kita sajikan,” kata Norrahmiati. “Jangan sampai kita menampilkan sesuatu yang wah, tetapi setelah diterima orang ternyata kecewa.”
Unsur nomor dalam strategi 5N berkaitan dengan pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha. Pelaku UMKM perlu memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi atau keluarga agar kondisi bisnis dapat diketahui secara lebih jelas.
“Tidak ada pencatatan yang baik dan benar, tercampurnya antara pencatatan keuangan perusahaan dengan keuangan keluarga,” ujarnya. “Itu yang menyebabkan kelihatannya uangnya banyak mengalir, tetapi banyak pengambilan secara pribadi.”
Ia menyarankan pencatatan dilakukan secara disiplin, mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga biaya kecil dalam setiap transaksi. Pencatatan dapat dimulai secara manual dan ditingkatkan menggunakan aplikasi digital ketika skala usaha semakin besar.
Unsur online berarti memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produk sekaligus mendukung transaksi. Instagram, TikTok, marketplace, dan WhatsApp dapat dimanfaatkan untuk menarik konsumen, memudahkan pembelian, serta membangun komunikasi dengan pelanggan.
Pengelolaan database pelanggan juga penting untuk mendorong pembelian ulang. Data tersebut dapat dimanfaatkan melalui program keanggotaan, pemberian penghargaan, maupun penawaran khusus kepada pelanggan.
Sementara itu, naik pasar berarti memperluas jangkauan pemasaran secara bertahap sesuai kemampuan dan kesiapan usaha. Usaha yang awalnya melayani lingkungan sekitar dapat dikembangkan ke tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional.
“Naik pasar itu artinya memperluas pasar,” kata Norrahmiati. “Tidak mesti semua UMKM harus ekspor. Yang penting mereka punya ambisi untuk naik pasar, memperluas segmen pasarnya.”
Selain strategi 5N, pelaku UMKM juga perlu memperhatikan pembuatan konten melalui konsep 4C. Konten promosi harus berangkat dari pemahaman terhadap produk atau product knowledge, sedangkan teknologi kecerdasan buatan atau AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu menghasilkan ide dan materi promosi.
Penerapan strategi tersebut diharapkan membuat UMKM tidak hanya mampu bertahan dalam menjalankan usaha. Penguatan nilai produk, identitas usaha, pencatatan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan pasar dinilai dapat membantu UMKM memiliki bisnis yang lebih sehat, terukur, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....