Sambut Hari Jadi Banjarmasin, Wali Kota: Sasirangan Diekspor, Sampah Dipilah
- 14 Apr 2026 14:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengaitkan penguatan ekonomi kreatif dengan persoalan krusial kota, terutama sampah yang tak kunjung tuntas. Hal itu ditegaskan Wali Kota, H. M. Yamin HR, saat membuka Lomba Desain Motif Sasirangan 2026 dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Selasa, 14 April 2026, di Rumah Kemasan Banjarmasin.
Dalam kesempatan itu, Yamin secara blak-blakan menyoroti potensi ekonomi yang selama ini belum dimaksimalkan, khususnya dalam sektor perdagangan dan ekspor. Ia menegaskan, sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam, Banjarmasin harus bertumpu pada kreativitas dan inovasi agar tetap mampu bersaing.
“Selama ini urusan kepabeanan kita lebih banyak bergantung dari luar daerah. Padahal, kalau ini kita kelola sendiri, dampaknya bisa langsung ke peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Namun, di balik optimisme tersebut, Yamin juga menyinggung persoalan klasik yang terus berulang, yaitu sampah. Ia menilai, penanganan selama ini masih terlalu fokus di hilir dan belum menyentuh akar persoalan.
“Masalahnya bukan sekadar pengangkutan. Kita harus mulai dari sumbernya, dari rumah tangga. Kalau tidak, pagi dibersihkan, sore menumpuk lagi,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi kini mulai diperkuat untuk mendorong pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pemilahan sejak awal. Bahkan, Pemko Banjarmasin tengah mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
Yamin menyebut, jika dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup terealisasi, maka persoalan sampah bisa ditekan secara signifikan. “Kalau sistem ini berjalan, tidak ada lagi alasan sampah menumpuk di pinggir jalan. Tapi tetap, pemilahan dan pengeringan sampah harus disiplin dilakukan masyarakat karena itu menentukan hasil energi,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Noosyahdi, menilai lomba desain sasirangan ini sebagai momentum strategis untuk mendorong produk lokal naik kelas. Ia juga mengungkapkan, komunikasi dengan pihak Bea Cukai mulai dibangun untuk membuka akses ekspor yang selama ini dianggap rumit oleh pelaku usaha.
“Kita ingin melahirkan motif yang benar-benar merepresentasikan 500 tahun Kota Banjarmasin. Di samping itu juga bisa diterima pasar luas, bahkan sampai ekspor,” katanya.
Diketahui, kegiatan ini melibatkan sekitar 50 peserta kategori reguler dan 15 peserta kategori “best of the best”, termasuk para pemenang lomba satu dekade terakhir. Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi membangun identitas daerah.
“Motif yang terpilih akan digunakan oleh kepala daerah hingga ASN. Diharapkan kualitas desain sasirangan semakin meningkat dan mampu menembus pasar nasional hingga global,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....