Soto Surabaya dan Perjuangan Panjang Mulyono di Siring Tandean Banjarmasin

  • 15 Jun 2026 11:46 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan budaya, termasuk dalam khazanah kulinernya. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki sajian khas yang menjadi kebanggaan masyarakatnya.

Soto menjadi salah satu kuliner yang paling digemari, hadir dalam berbagai varian. Seperti Soto Betawi, Soto Makassar, Soto Banjar, hingga Soto Surabaya yang memiliki karakter kuah bening dengan perpaduan rempah yang khas.

Aroma kaldu hangat berpadu dengan rempah-rempah khas Jawa Timur menyambut setiap pengunjung yang datang ke sebuah rumah sederhana di kawasan Siring Tendean, Banjarmasin. Di tengah beragam pilihan kuliner yang tersedia, semangkuk Soto Surabaya racikan Mulyono tetap menjadi pilihan bagi mereka yang merindukan cita rasa autentik yang kaya rempah dan menggugah selera.

Di Banjarmasin, nama Mulyono sudah tidak asing bagi para pecinta Soto Surabaya. Pria yang telah berjualan selama lebih dari dua dekade itu setia mempertahankan cita rasa yang diwariskan dari kampung halamannya.

Perjalanannya merintis usaha tidaklah mudah. Ia memulai usaha kecilnya pada tahun 2003 di kawasan dekat Sungai Martapura dengan berjualan secara sederhana.

“Awal jualan waktu itu harga satu porsi hanya Rp1.000,” kenang Mulyono saat ditemui, Senin 15 Juni 2026.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintisnya mulai dikenal masyarakat. Pada tahun 2008, ia berpindah ke sebuah kios kecil di depan kawasan Siring Tendean. Meski tempatnya sempit, pelanggan tetap berdatangan untuk menikmati semangkuk soto hangat yang diracik dengan bumbu khas Surabaya. Kerja keras dan ketekunannya akhirnya membuahkan hasil.

Pada tahun 2018, Mulyono berhasil menyewa sebuah rumah yang lebih luas di kawasan yang sama dan mengubahnya menjadi warung makan yang nyaman dengan area parkir yang cukup lapang bagi pengunjung.

Namun, perjalanan usaha kuliner tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok menjadi tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari harga ayam, telur, minyak goreng hingga gas elpiji yang terus meningkat membuat biaya operasional semakin besar.

“Saya menggunakan gas elpiji 12 kilogram. Dulu harganya sekitar Rp214 ribu per tabung, sekarang sudah mencapai Rp240 ribu,” ujarnya.

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih turut memengaruhi daya beli masyarakat. Mulyono mengakui jumlah pelanggan tidak seramai dulu. Meski demikian, ia memilih tetap bertahan dan bersyukur atas apa yang masih bisa dijalani hingga saat ini.

“Sekarang bisa bertahan saja sudah alhamdulillah. Yang penting badan sehat. Kalau mengharap lebih, rasanya sulit dengan keadaan sekarang,” katanya sambil tersenyum tipis.

Dalam menjalankan usahanya, Mulyono tidak sendiri. Ia ditemani sang istri yang setia membantu sejak awal merintis usaha. Selain itu, warung makan tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi tiga orang karyawan yang turut bekerja melayani pelanggan setiap hari.

“Apa-apa sekarang serba naik, sementara pelanggan juga berkurang. Jujur memang sulit. Untungnya anak-anak sudah mandiri, jadi tidak ada lagi yang harus ditanggung,” ucapnya.

Perubahan kondisi ekonomi juga membuat jam operasional warungnya berkurang. Jika dahulu warung Soto Surabaya miliknya buka sejak pukul 08.30 pagi hingga malam hari kini pelayanan hanya berlangsung sampai sore. Meski demikian, semangat untuk mempertahankan usaha tetap menyala.

Di tengah hiruk-pikuk perkembangan kota dan tantangan ekonomi yang terus berubah, warung Soto Surabaya milik Mulyono bukan sekadar tempat menikmati makanan. Di sana tersimpan kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan harapan yang terus dijaga selama lebih dari dua puluh tahun.

Seperti kuah soto yang tetap hangat disajikan kepada pelanggan, Mulyono pun terus menjaga optimisme agar roda perekonomian kembali membaik dan daya beli masyarakat dapat pulih seperti masa-masa sebelumnya. Sebab baginya, selama masih ada pelanggan yang datang dan kesehatan yang menyertai, perjuangan itu akan terus berlanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....