Transformasi Digital UMKM Jadi Kunci Daya Saing

  • 01 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Di tengah pesatnya perubahan perilaku konsumen, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan dituntut untuk segera bertransformasi ke ekosistem digital. Transformasi ini bukan sekadar memiliki akun media sosial atau lapak di marketplace, melainkan proses menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Hal itu mengemuka dalam program Ruang UMKM di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 1 April 2026. Acara menghadirkan narasumber dari Wetland Box, M. Zailani Iman (Marketing and Partnership) dan Yoren Jhon Elvianus Tuwonaung (Research and Development), yang menyoroti pentingnya menyinergikan teknologi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Digitalisasi itu harus dimulai dari internal, yaitu standarisasi produksi dan pencatatan yang sistematis,” kata Yoren John. “Tanpa dasar yang kuat, teknologi justru bisa menjadi beban.”

Sementara itu, M. Zailani Iman menekankan bahwa wajah digital sebuah produk sangat menentukan kepercayaan konsumen. Menurutnya, aset digital seperti foto produk berkualitas dan storytelling menarik merupakan investasi wajib bagi pelaku UMKM saat ini.

Mereka memaparkan lima tahap digitalisasi yang perlu diperhatikan oleh UMKM agar bisnis lebih efisien dan profesional. Tahap pertama adalah produksi, yakni digitalisasi pencatatan stok dan biaya menggunakan aplikasi sederhana.

Tahap kedua, branding, mencakup penentuan nilai unik (value) dan identitas visual produk yang membedakan dari kompetitor. Selanjutnya, tahap pemasaran menekankan pemanfaatan Instagram, WhatsApp Business, dan marketplace secara konsisten untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Tahap keempat, penjualan, fokus pada percepatan alur transaksi dan respon pelayanan pelanggan agar lebih responsif. Terakhir, tahap logistik mencakup pengelolaan pengemasan (packing) yang aman untuk pengiriman jarak jauh dan menjaga kualitas produk sampai ke konsumen.

Keduanya menegaskan, hambatan terbesar digitalisasi sering bukan soal modal, melainkan keberanian untuk mulai belajar dan konsisten. Melalui pendampingan seperti yang dilakukan Wetland Box, UMKM Banua diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing secara nasional bahkan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....