Jejaring dan Digitalisasi Jadi Kunci Perluasan Pasar UMKM

  • 11 Agt 2026 09:13 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Networking dan literasi digital dinilai penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha di era digital.
  • Wahid IE, pemilik usaha Minuman Boba Kamsia dan Kue Keranjang HK Bro, membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan jejaring komunitas dan teknologi digital untuk pengembangan bisnis.
  • Pemanfaatan jejaring komunitas, kegiatan pameran, dan teknologi digital terbukti efektif membantu UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan pertumbuhan usaha.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Networking dan literasi digital dinilai penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha. Pemanfaatan jejaring komunitas, kegiatan pameran, serta teknologi digital dapat membantu UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas.

Hal tersebut disampaikan pelaku UMKM Wahid IE dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Banjarmasin, Senin, 10 Agustus 2026. Wahid yang merupakan pemilik usaha Minuman Boba Kamsia dan Kue Keranjang HK Bro sekaligus peserta DIGDAYA UMKM Bank Indonesia 2026, membagikan pengalamannya dalam mengembangkan usaha melalui jejaring dan teknologi digital.

Wahid mengatakan networking dapat dibangun melalui komunitas UMKM, pameran, serta berbagai kegiatan yang digelar instansi pemerintah. Jejaring tersebut dapat membuka akses terhadap informasi usaha, perizinan, promosi, hingga peluang memperluas pasar.

"Pelaku UMKM bisa datang ke dinas terdekat untuk mengurus perizinan dan mendapatkan informasi usaha," kata Wahid. "Kalau aktif mengikuti kegiatan dinas atau instansi pemerintah, akses perluasan pasar akan terbuka."

Wahid mulai mengembangkan usaha pada 2020, sekitar sebulan sebelum pandemi COVID-19, ketika minuman boba sedang populer. Ia kemudian mengembangkan Kue Keranjang HK Bro berdasarkan saran seorang teman agar produk tersebut dapat dipasarkan sepanjang tahun.

Kue Keranjang HK Bro kini telah dipasarkan hingga Kalimantan Tengah dan Jawa Timur, sedangkan Boba Kamsia masih berfokus di Banjarmasin. Ia juga memperoleh fasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan serta mengikuti berbagai pameran UMKM.

Wahid mengatakan program DIGDAYA UMKM memberikan banyak pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan usaha. Ia mempelajari pemasaran melalui TikTok dan Shopee, pembukuan menggunakan SIAPIK, serta pembuatan konten untuk Instagram dan TikTok.

"Di DIGDAYA saya banyak belajar, salah satunya live TikTok dan Shopee," ucapnya. "Saya juga belajar pembukuan melalui SIAPIK, pemasaran, serta membuat konten di Instagram dan TikTok."

Menurutnya, pembelajaran digital membuat proses pemasaran menjadi lebih mudah sekaligus membuka peluang menjangkau konsumen di luar Kalimantan Selatan. Ia mempelajari cara membuka toko daring, mengunggah produk, hingga melakukan siaran langsung untuk memperluas jangkauan pemasaran.

"Cukup menggunakan AI sehingga prosesnya menjadi lebih praktis," ujarnya. "Teknologi digital sangat membantu UMKM dalam memperkenalkan produk kepada konsumen."

Dalam menjalankan usaha, Wahid kini dibantu tiga karyawan untuk proses produksi, sedangkan pemasaran masih ditanganinya sendiri. Ia mengatakan dukungan keluarga, terutama sang ibu, turut menguatkan perjalanan usahanya.

"Terus semangat, berinovasi, dan mau belajar karena perkembangan dunia begitu cepat," kata Wahid. "Jangan takut belajar hal baru untuk mengembangkan usaha."

Wahid menjelaskan nama HK Bro diambil dari nama Hansel Kenzi, keponakan sepupunya. Kue Keranjang HK Bro tersedia sepanjang tahun dengan daya tahan hingga enam bulan pada suhu ruang dan dua hingga tiga tahun apabila disimpan di lemari pendingin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....