Strategi UMKM Hadapi Karakter Dua Generasi
- 13 Feb 2026 19:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Perbedaan karakter dan pola konsumsi Generasi Z dan Milenial menjadi pembahasan dalam siaran Ruang UMKM di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 11 Februari 2026. Dua generasi ini dinilai memiliki latar pengalaman dan pertimbangan berbeda dalam mengambil keputusan belanja.
Hal tersebut disampaikan Ibnu Alhaq Rasyidi selaku Business Development dan Rakha Valensi Cryle sebagai Marketing and Partnership saat mengisi siaran tersebut. Keduanya mengulas karakter, pola pikir, serta strategi pendekatan pasar bagi Generasi Z dan Milenial yang kini mendominasi pasar konsumsi.
Rakha menjelaskan Gen Z tumbuh di era internet yang serba cepat sehingga terbiasa membandingkan produk, membaca ulasan, dan memeriksa kredibilitas jenama sebelum bertransaksi. Mereka juga cenderung mempertimbangkan aspek keberlanjutan, kepraktisan, dan kesesuaian harga dengan manfaat.
“Mereka tidak hanya melihat tren, tetapi juga menghitung manfaat dan dampaknya,” ujarnya.
Ia mencontohkan meningkatnya minat Gen Z terhadap produk ramah lingkungan seperti sepeda listrik maupun barang preloved yang lebih terjangkau. Menurutnya, kesadaran nilai dan dampak sosial menjadi pertimbangan penting bagi generasi ini.
Sementara itu, Ibnu menyebut Milenial umumnya berada pada fase hidup yang lebih stabil secara finansial. Mereka mulai memprioritaskan kebutuhan jangka panjang seperti properti, kendaraan, dan investasi, meski tetap mengikuti perkembangan gaya hidup.
Menurut Ibnu, strategi pemasaran untuk Milenial perlu menekankan kualitas, keamanan, serta nilai jangka panjang produk. Ia juga menyoroti perbedaan platform digital yang dominan digunakan kedua generasi tersebut.
“Gen Z banyak di TikTok dan Instagram, sedangkan Milenial masih kuat di Instagram dan Facebook,” kata Ibnu. “Strateginya tentu berbeda.”
Ibnu dan Rakha membagikan kiat bagi pelaku UMKM agar tidak sekadar mengikuti tren, melainkan memahami karakter konsumennya. Pelaku usaha disarankan melakukan riset sederhana melalui interaksi media sosial dan membaca respons audiens sebelum meluncurkan produk.
Ibnu menambahkan pentingnya menjaga konsistensi kualitas serta membangun jenama yang autentik. Strategi yang tepat dinilai mampu menciptakan usaha yang tidak hanya viral, tetapi juga berkelanjutan.
“Kenali siapa pasar pian, pahami kebutuhannya, lalu komunikasikan dengan cara yang tepat,” ujar Ibnu. “Jangan hanya viral, tetapi juga harus berkelanjutan.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....