Trading Saham atau Investasi Panjang? Kata Analis Muda

  • 19 Sep 2025 19:24 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Dunia investasi saham kian digandrungi kaum muda, tidak terkecuali di Kalimantan Selatan. Namun, pertanyaan mendasar seringkali muncul bagi para pemula - haruskah mengejar keuntungan cepat melalui trading jangka pendek. Atau sabar membangun aset dengan investasi jangka panjang? Dilema ini dijawab oleh Eric (28) seorang analis muda bersertifikat RSA asal Banjarmasin.

Bagi Eric, yang sehari-hari bekerja sebagai analis kredit di sebuah lembaga non-perbankan (leasing), pilihan antara menjadi trader saham atau investor saham harus didasari oleh tujuan dan profil masing-masing individu. Namun, ia memberikan anjuran langkah awal yang sebaiknya dijalani, terutama bagi para wirausahawan muda yang ingin terjun ke pasar modal.

"Untuk seorang wirausahawa, lebih baiknya dia sudah harus memiliki pemikiran ke depan. Jadi mostly mereka baiknya menjadi investor jangka panjang," kata Eric.

Menurutnya, keuntungan bagi anak muda tidak seharusnya hanya dihitung saat ini, tetapi juga potensi pertumbuhan di masa depan. Pria lulusan Program Studi Manajemen ini telah menekuni dunia saham sejak 2016 dan mulai merasakan profit rutin setahun kemudian.

Pengalamannya ditempa secara otodidak, terinspirasi oleh figur-figur investor ternama di Indonesia, yang kemudian diperkuat dengan pendidikan formal. Hingga meraih sertifikasi Registered Securities Analyst (RSA).

Dalam praktiknya, Eric sendiri melakukan keduanya. Ia mendefinisikan transaksi jangka pendeknya jika target harga saham tercapai dalam kurun waktu tiga bulan. Sementara untuk disebut investor sejati, ia berpendapat perlu menyimpan saham minimal hingga tiga tahun.

"Saya investor saham jangka panjang dan pendek. Kebanyakan masih bisa dibilang trader untuk di saham Indo, US company juga," ujarnya.

Pengamatannya terhadap beberapa temannya di Kalimantan Selatan menunjukkan adanya perbedaan preferensi antar generasi. "Kalau saya lihat masyarakat (umum) lebih condong ke jangka panjang. Tapi untuk kaum muda lebih prefer ke jangka pendek," ucapnya.

Terlepas dari pilihan strateginya, Eric memberikan pesan kunci yang jauh lebih fundamental, yakni pentingnya pemahaman risiko dan perencanaan. Ia menyarankan para pemula untuk tidak hanya tergiur keuntungan, tetapi membekali diri dengan ilmu yang cukup.

"Tips untuk pemula ya? Pertama-tama ikut sekolah pasar modal, lalu sambil cari info perusahaan Tbk dan belajar memahami cara perusahaan mendapatkan uangnya," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menguasai metode analisis seperti valuasi rasio, menilai kesehatan keuangan perusahaan. Serta memahami model bisnis (business acumen). Business Acumen berati lebih ke pemahaman proses bisnis dan bagaimana sebuah perusahaan bisa mendapatkan pendapatan.

"Cara untuk menilai kesehatan perusahaan yaitu dari [melihat rilis laporan keuangan] proporsi hutang dengan pendapatannya apakah meningkat serta apakah perusahaan mampu untuk membayar kewajibannya kepada pihak pihak seperti pemegang saham, kreditur dan pihak yang merasa memiliki saham di perusahaan," ujarnya.

Sedangkan Valuasi rasio adalah penilaian sebuah laporan keuangan perusahaan dengan membandingkan pendapatan, hutang, dan aset. Ini berdasarkan periode minimal 2 tahun atau per 3 bulan komparasi.

Lebih lanjut, ia memperingatkan jebakan psikologis yang sering dialami investor baru. "Biasanya para pemula suka terus memantau kondisi keuangannya saat ini, dan itu mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. Harus terencana," kata Eric.

Namun, ia memberikan catatan untuk aset aman (safe haven) seperti emas. "Saat ini harga emas sedang mahal-mahalnya, sehingga bagi yang mau masuk emas mungkin bukan waktu yang tepat," ujarnya.

Sementara untuk Bitcoin, ia berpendapat dampaknya tidak terlalu signifikan karena kenaikan harganya lebih didasari oleh permintaan. Eric pun menanggapi dengan hati-hati prediksi fantastis harga Bitcoin di masa depan. "Untuk adanya kenaikan saya setuju, tetapi tidak sebesar yang disebutkan. Karena ini hanyalah prediksi," katanya.

Pada akhirnya, pesan utama dari analis muda ini jelas. Baik memilih jalan trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang yang sabar, fondasi utamanya adalah edukasi, perencanaan matang, dan pemahaman mendalam terhadap risiko dari setiap instrumen yang dipilih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....