Tradisi Menginang Wariskan Nilai Keramahan dan Kebersamaan
- 07 Okt 2026 11:16 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Tradisi menginang merupakan warisan budaya Nusantara yang mengandung nilai keramahan, penghormatan, dan kebersamaan masyarakat.
- Program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin mengangkat tema tradisi menginang bersama IKASBA pada 5 Oktober 2026.
- Tradisi menginang dikenal di berbagai daerah Indonesia dengan bentuk, tata cara, dan makna yang beragam, menggunakan daun sirih, pinang, kapur, dan gambir.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tradisi menginang menjadi salah satu warisan budaya Nusantara yang tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, tetapi juga mengandung nilai keramahan, penghormatan, dan kebersamaan. Nilai tersebut dibahas dalam program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin bersama IKASBA, Senin, 5 Oktober 2026, dengan tema “Tradisi Menginang sebagai Simbol Keramahan Bangsa Indonesia.”
Dalam pembahasan tersebut, tradisi menginang disebut dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan bentuk, tata cara, dan makna yang beragam. Daun sirih, pinang, kapur, gambir, serta bahan pelengkap lainnya menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan dahulu kerap hadir dalam pertemuan keluarga, kegiatan adat, maupun saat menerima tamu.
Narasumber dari Kerukunan Keluarga Madura, Dr. Drs. Masrani Noor, S.Ak., M.Si., menjelaskan tradisi menginang tidak semata-mata dilihat dari aktivitasnya, tetapi juga dari nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari interaksi masyarakat yang dapat mempererat hubungan dan mencerminkan penghormatan kepada orang lain.
“Menginang bukan hanya sebuah kebiasaan, tetapi di dalamnya terdapat nilai kebersamaan dan penghormatan kepada orang lain,” ujar Masrani. “Tradisi tersebut juga menjadi bagian dari cara masyarakat membangun hubungan sosial.”
Sementara itu, Rahmat Basuki, S.E., dari Kerukunan Keluarga Jawa Tengah mengatakan tradisi menginang berkaitan erat dengan tata krama dalam kehidupan masyarakat. Penyajian sirih kepada tamu pada masa lalu menjadi salah satu bentuk penerimaan sekaligus penghormatan kepada orang yang datang.
Dari Kerukunan Keluarga Dayak Deah, Drs. Djohansyah Atak menuturkan tradisi menginang merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda. Menurutnya, tradisi tersebut penting tidak hanya sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai sarana memahami kehidupan dan nilai yang diwariskan leluhur.
Hal senada disampaikan Ratu dari Kerukunan Keluarga Banjar. Menurutnya, tradisi menginang dalam budaya Banjar memiliki keterkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam membangun keakraban dan menerima kehadiran orang lain.
Keempat narasumber menilai meskipun praktik menginang mulai berkurang, nilai keramahan, penghormatan, silaturahmi, dan kebersamaan tetap penting untuk diwariskan. Tradisi menginang menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia memiliki nilai yang sama dalam menghargai dan memuliakan sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....