IKASBA Tekankan Pentingnya Budaya Merawat Lingkungan
- 03 Okt 2026 08:38 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Merawat lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui kebiasaan sehari-hari dan nilai budaya masyarakat.
- RRI Pro4 Banjarmasin menyelenggarakan program Ragam Budaya untuk membahas pentingnya budaya merawat lingkungan bersama IKASBA pada 28 September 2026.
- Persoalan lingkungan yang menjadi fokus diskusi mencakup kebakaran hutan dan lahan, keterbatasan air bersih, serta pencemaran lingkungan yang memerlukan solusi kolektif.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Merawat lingkungan dinilai menjadi tanggung jawab bersama yang perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari dan nilai budaya masyarakat. Kepedulian tersebut penting untuk menghadapi berbagai persoalan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan, keterbatasan air bersih, serta pencemaran lingkungan.
Hal tersebut dibahas dalam program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin bersama Ikatan Kerukunan Antar Suku Bangsa (IKASBA), Senin malam, 28 September 2026, yang menghadirkan Drs. Aliansyah Mahadi, M.A.P., Dr. Drs. Masrani Noor, S.Ak., M.Si., Way Hudi Anden, S.E., dan Rakhmat Basuki, S.E. Para narasumber membahas pentingnya membangun budaya merawat lingkungan melalui kebiasaan masyarakat dan keterlibatan berbagai pihak.
Drs. Aliansyah Mahadi, M.A.P., yang akrab disapa Pak Didit, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan tidak dapat dibebankan kepada individu atau kelompok tertentu. Menurutnya, budaya gotong royong perlu diperkuat sebagai dasar dalam menjaga lingkungan.
“Merawat lingkungan ini tidak orang per orang atau kelompok per kelompok,” ujarnya. “Ini gawi sabumi, artinya tanggung jawab bersama.”
Way Hudi Anden menilai budaya merawat lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Masyarakat dapat memilah sampah, menghemat air dan listrik, serta rutin membersihkan lingkungan.
Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar kepedulian terhadap kebersihan menjadi bagian dari perilaku masyarakat. Penggunaan listrik dan peralatan rumah tangga secara bijak juga penting untuk mengurangi risiko yang dapat membahayakan lingkungan dan keluarga.
Sementara itu, Dr. Drs. Masrani Noor, S.Ak., M.Si., yang akrab disapa Guteh, mengatakan persoalan lingkungan berkaitan dengan nilai budaya, kearifan lokal, dan kepedulian sosial. Menurutnya, pengelolaan lingkungan membutuhkan antisipasi serta keterlibatan masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, dan pihak terkait.
Guteh menilai kebijakan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Masyarakat, akademisi, dan pakar juga perlu dilibatkan dalam pembahasan kebijakan penggunaan lahan dan sumber air.
“Ketika kita akan membuat satu kebijakan tentang penggunaan air tanah, tentang penggunaan lahan, libatkanlah masyarakat,” kata Guteh. “Libatkanlah akademisi dan pakar-pakar agar kebijakan yang dibuat mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.”
Rakhmat Basuki, S.E. turut menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menghadapi persoalan lingkungan. Perbincangan juga menyoroti perubahan kondisi lingkungan yang dirasakan masyarakat, seperti berkurangnya ketersediaan air, banjir, keruhnya air sungai, dan kebakaran hutan dan lahan.
Para narasumber mendorong masyarakat belajar dari berbagai persoalan lingkungan yang berulang dengan memperkuat upaya pencegahan dan tata kelola lingkungan. Organisasi kerukunan juga dapat dilibatkan untuk menyampaikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat di lingkungan masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....