Bakalayangan Banjar Jadi Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan

  • 16 Sep 2026 10:41 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Permainan tradisional bakalayangan di Kalimantan Selatan mengalami penurunan aktivitas akibat kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.
  • Bakalayangan merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Banjar dengan musim bermain yang biasanya dimulai pada awal kemarau bulan Juni.
  • Permainan ini sangat bergantung pada kondisi angin dan membutuhkan ruang terbuka yang cukup luas untuk dimainkan dengan optimal.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Permainan tradisional bakalayangan di Kalimantan Selatan mulai berkurang dilakukan akibat kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Padahal, permainan layang-layang tersebut merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Banjar dan musim bermainnya biasanya dimulai sejak awal kemarau pada Juni.

Hal tersebut disampaikan Faisal Embron dalam program Ragam Budaya Suluh Banua RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 13 September 2026. Menurutnya, permainan bakalayangan sangat bergantung pada kondisi angin dan membutuhkan ruang terbuka yang cukup luas.

Faisal mengatakan permainan tradisional bakalayangan telah menjadi bagian dari warisan budaya di Kabupaten Tapin. Salah satu jenisnya adalah layang-layang dandang, yakni layang-layang berukuran besar yang mengeluarkan bunyi saat diterbangkan.

“Sebenarnya penyebaran layang-layang di Kalimantan Selatan ini luas di daerah hulu sungai. Namun, kalau di Banjarmasin ini agak susah dimainkan karena kurangnya lahan luas,” ujarnya.

Faisal mengatakan Kabupaten Tanah Laut pernah menggelar festival layang-layang pada 2025. Festival tersebut mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui penerbangan ribuan layang-layang dandang, yang merupakan salah satu jenis layang-layang tradisional khas Banjar.

“Waktu itu diterbangkan berapa ribu kaliyangan dandang, sangat besar festivalnya,” ujarnya. "Karena ada banyak peserta yang ikut mewakili berbagai provinsi lain di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri juga,"

Faisal berharap Pemerintah Kota Banjarmasin dapat menghadirkan permainan layang-layang dalam kegiatan berskala besar. Menurutnya, bakalayangan bukan sekadar permainan tradisional, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....