Layang-Layang Banjar Sarat Nilai Ketangguhan dan Kreativitas
- 16 Sep 2026 11:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Layang-layang di Kalimantan Selatan memiliki nilai ketangguhan dan kreativitas yang terbentuk melalui proses pembuatan mandiri.
- Anak-anak dahulu terbiasa membuat sendiri layang-layang dan benangnya karena keterbatasan biaya untuk membeli.
- Pengamat budaya Rahmat dan Faisal Embron menjelaskan nilai-nilai tersebut dalam program Ragam Budaya Suluh Banua RRI Pro4 Banjarmasin.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Permainan layang-layang di Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai ketangguhan dan kreativitas. Nilai tersebut terbentuk melalui proses membuat layang-layang secara mandiri sebelum digunakan untuk bermain.
Hal tersebut disampaikan pengamat budaya Rahmat dan Faisal Embron dalam program Ragam Budaya Suluh Banua RRI Pro4 Banjarmasin. Rahmat mengatakan, anak-anak dahulu terbiasa membuat sendiri layang-layang hingga benangnya karena keterbatasan biaya untuk membeli.
“Dulu karena gak ada uang untuk membeli, kami bikin sendiri layang-layangnya,” ujar Rahmat. “Jadi bisa dibilang anak dahulu itu benar-benar kreatif karena memanfaatkan sumber daya alam.”
Menurut Rahmat, proses pembuatan layang-layang dan benangnya juga mengajarkan anak-anak untuk berbagi peran sesuai dengan karakteristik kerangka yang dibuat. Sebagian mengumpulkan bahan, sementara lainnya membuat rangka hingga layang-layang siap dimainkan.
Sedangkan Faisal Embron mengatakan proses tersebut turut membentuk karakter kreatif dan pantang menyerah pada anak. Karakter tersebut terasah mulai dari mengolah benang jahit biasa hingga menjadi benang layangan yang dapat digunakan untuk menerbangkan layang-layang.
Selain membentuk kreativitas, permainan layang-layang juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat. Permainan tersebut digemari berbagai kelompok usia sehingga mempertemukan anak-anak hingga orang dewasa dalam satu aktivitas.
Rahmat dan Faisal berharap tradisi bermain layang-layang tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Mereka menilai peran masyarakat dan pemerintah daerah diperlukan untuk menjaga keberadaan warisan budaya Banjar tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....