Kuliner Banjar Menembus Pasar Perantauan, Warisan Budaya dan Peluang Ekonomi
- 06 Sep 2026 08:12 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kuliner Banjar memiliki potensi ekonomi yang signifikan jika dipromosikan secara strategis di luar daerah asal.
- RRI Pro4 Banjarmasin mengadakan program Ruang UMKM untuk membahas strategi mempopulerkan makanan tradisional Banjar di perantauan.
- Memperkuat kuliner tradisional melalui promosi di luar daerah dapat menjadi cara efektif untuk menjaga warisan budaya Kalimantan Selatan sekaligus membuka peluang bisnis bagi pengusaha lokal.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kuliner Banjar tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Selatan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikenal lebih luas di luar daerah. Upaya memperkenalkan makanan khas Banjar di perantauan menjadi salah satu cara menjaga keberadaan kuliner tradisional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha.
Hal tersebut dibahas dalam siaran Ruang UMKM RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 3 September 2026. Mengangkat tema “Mempopulerkan Kuliner Banjar di Perantauan”, program tersebut menghadirkan Mumun Amuntaiarni, pemerhati budaya Banjar, sebagai narasumber.
Mumun yang merupakan asli Banua dan kini menetap di Jakarta mengatakan, keberadaan masyarakat Banjar di perantauan dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan berbagai makanan khas daerah. Menurutnya, kuliner memiliki kekuatan untuk memperkenalkan identitas budaya karena dapat diterima melalui pengalaman rasa.
“Di Jakarta sendiri kuliner Banjar, terutamanya Soto Banjar, menjadi pengobat kangen untuk urang Banjar yang lama tidak pulang kampung,” ujarnya. “Sekarang masyarakat Banjar di Jakarta semakin mudah menemukan masakan Banjar.”
Ia menilai makanan khas Banjar memiliki karakter yang kuat dan beragam sehingga berpotensi diperkenalkan kepada masyarakat di luar Kalimantan Selatan. Tidak hanya makanan berat, berbagai kudapan tradisional juga dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih mudah diterima pasar.
Menurut Mumun, upaya memopulerkan kuliner Banjar perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan cita rasa dan identitas aslinya. Namun, dari sisi penyajian dan kemasan, pelaku usaha dapat melakukan inovasi agar produk lebih menarik serta sesuai dengan kebutuhan konsumen di daerah perantauan.
Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, pengenalan kuliner Banjar juga dapat memberikan dampak ekonomi. Masyarakat Banjar yang tinggal di luar daerah dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan usaha kuliner sekaligus memperkenalkan makanan tradisional kepada lingkungan sekitar.
“Untuk seribu lebih urang Banjar di Jakarta sudah tidak susah mencari masakan Banjar karena makin banyak yang menjual dan penjualnya urang Banjar asli. Sudah bisa dipastikan bahan yang digunakan dikirim langsung dari Kalimantan Selatan supaya cita rasa kampung halamannya tetap hadir,” ucapnya.
Mumun mengatakan, promosi juga menjadi bagian penting agar kuliner Banjar semakin dikenal. Pemanfaatan media sosial dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk secara lebih luas, termasuk kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal makanan khas Banjar.
Menurutnya, kuliner tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Keberadaan masyarakat Banjar di berbagai daerah diharapkan turut menjadi jembatan untuk memperkenalkan cita rasa dan budaya Banjar kepada masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....