Rasulullah SAW: Teladan Sejati Remaja di Era Digital
- 07 Sep 2026 11:48 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial, remaja menghadapi tantangan besar dalam membentuk jati diri dan menentukan sosok yang layak dijadikan teladan. Tidak sedikit figur yang hadir di ruang digital justru lebih menonjolkan popularitas dan gaya hidup. Karena itu, mengenalkan Rasulullah SAW sebagai teladan utama menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda. Al-Qur’an menegaskan bahwa pada diri Rasulullah terdapat uswatun hasanah atau suri teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kehidupan akhirat.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Hikmah Subuh Pro4 RRI Banjarmasin, Kamis, 3 September 2026. Menghadirkan narasumber Ustadz Dr. H. Muhammad, Lc., M.H.I. dengan tema “Remaja dan Rasulullah SAW”. Dalam pembahasannya, keteladanan Rasulullah SAW dinilai sangat relevan bagi remaja yang sedang berada dalam fase pencarian identitas. Rasulullah bukan hanya teladan dalam persoalan ibadah, tetapi juga dalam akhlak, hubungan sosial, kesabaran, tanggung jawab, dan cara menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
| Baca juga: Mengenal Hari Tasyrik Bagi Umat Islam |
Menurut Ustadz Muhammad, kedekatan remaja dengan Rasulullah SAW perlu dibangun bukan sekadar melalui pengetahuan, tetapi juga melalui rasa cinta dan keteladanan.
“Remaja perlu mengenal Rasulullah bukan hanya sebagai nama yang disebut dalam salawat, tetapi sebagai sosok yang dicintai, dipahami perjuangannya, kemudian diteladani akhlaknya,” ucapnya,
Ia menekankan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Kejujuran, amanah, menghormati orang tua, menjaga lisan, serta tidak menyakiti orang lain merupakan bagian dari akhlak yang perlu dihidupkan oleh generasi muda. Terlebih di era digital, akhlak tersebut juga harus diterapkan dalam aktivitas bermedia sosial, termasuk ketika memberikan komentar, membagikan informasi maupun berinteraksi dengan orang lain.
Menurutnya, mengenalkan kisah kehidupan Rasulullah SAW melalui Sirah Nabawiyah juga menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan mahabbah atau kecintaan di hati remaja. Dengan mengetahui perjuangan, kesabaran, kasih sayang, dan pengorbanan Rasulullah kepada umatnya, remaja diharapkan tidak mudah menjadikan popularitas sebagai ukuran keteladanan. Kajian tentang Rasulullah sebagai role model juga menempatkan keteladanan Nabi sebagai salah satu fondasi penting dalam pembentukan akhlak remaja.
Di akhir pembahasan, Ustadz Dr. H. Muhammad mengajak para remaja untuk memulai kecintaan kepada Rasulullah SAW dari langkah-langkah sederhana. Memperbanyak salawat, membaca sirah, menjaga ucapan, menghormati orang tua, berbuat baik kepada teman, serta membiasakan sunnah dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata menghadirkan Rasulullah dalam kehidupan.
“Kalau hati sudah mencintai Rasulullah, maka cinta itu semestinya melahirkan keinginan untuk mengikuti beliau. Dari situlah akhlak akan tumbuh dan remaja akan memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi zaman,” ucapnya. .
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....