Mengenal Hari Tasyrik Bagi Umat Islam
- 28 Mei 2026 08:57 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Tasyrik merupakan hari yang datang setelah perayaan Hari Raya Iduladha dan memiliki makna penting bagi umat Islam. Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam kalender Hijriah. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, doa, serta rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam tradisi Islam, Hari Tasyrik juga dikenal sebagai hari makan dan minum. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa hari-hari Tasyrik adalah hari untuk menikmati makanan dan minuman serta memperbanyak mengingat Allah SWT. Karena itu, umat Islam dilarang melaksanakan puasa sunnah maupun puasa lainnya pada hari Tasyrik.
Selain itu, bagi jamaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Makkah, Hari Tasyrik menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji. Pada hari-hari tersebut, jamaah melaksanakan lempar jumrah di Mina sebagai simbol melawan godaan setan dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
Di Banjarmasin, tradisi Hari Tasyrik juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebersamaan keluarga. Sebagian masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk kegiatan penyembelihan dan menikmati hidangan berbahan dasar daging kurban bersama keluarga maupun tetangga.
Tokoh agama di Banjarmasin, Ustaz Azhar Fitri, mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam merayakan Hari Tasyrik.
“Esensi Hari Tasyrik bukan sekadar menikmati hidangan, tetapi juga meningkatkan rasa syukur, memperbanyak ibadah, dan menjaga persaudaraan sesama umat,” katanya.
Melalui peringatan Hari Tasyrik, umat Islam diharapkan tidak hanya memahami makna ibadah kurban, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....