Peran Perempuan dalam Pelestarian Tradisi Maulid

  • 28 Agt 2026 15:09 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Perempuan memegang peran penting dalam menjaga kelestarian tradisi Maulid di masyarakat Banjar, mulai dari tahap persiapan hingga mengenalkan tradisi kepada generasi penerus.
  • Keterlibatan perempuan dalam perayaan Maulid sering kali berlangsung di balik layar, namun menjadi pilar krusial dalam keberlangsungan dan eksistensi perayaan Maulid.
  • Dr. Hj. Maimanah dari UIN Antasari menyoroti pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap kontribusi perempuan dalam menjaga tradisi Maulid agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian tradisi Maulid di masyarakat Banjar, mulai dari persiapan hingga mengenalkan tradisi tersebut kepada generasi berikutnya. Peran tersebut kerap berlangsung di balik layar, tetapi menjadi bagian penting dalam keberlangsungan perayaan Maulid.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari, Dr. Hj. Maimanah, S.Ag., M.Ag., dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 28 Agustus 2026. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam perayaan Maulid perlu mendapat perhatian karena mereka menjadi salah satu pilar dalam menjaga tradisi tersebut.

"Di samping keterlibatannya, perempuan juga punya peran untuk mengenalkan Maulid itu kepada anak mereka," ujarnya. “Jadi ketika mereka datang bersama anak ataupun cucunya, di situ ada proses pengenalan Maulid kepada keturunan-keturunan mereka.”

Selain berperan dalam persiapan perayaan Maulid, perempuan juga aktif dalam berbagai grup pertunjukan dan pengajian, salah satunya di Kabupaten Banjar. Perayaan Maulid tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui doa dan ceramah tentang keteladanan Rasulullah saw.

Di sisi lain, perayaan Maulid memiliki nilai sosial yang kuat bagi masyarakat Banjar. Momentum tersebut menjadi sarana mempererat kembali silaturahmi, terutama bagi keluarga dan masyarakat yang telah lama tidak bertemu.

Perayaan Maulid juga mengandung nilai budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar. Tradisi tersebut mempertemukan kebudayaan masyarakat Banjar dengan kegiatan keislaman yang diwariskan secara turun-temurun.

Hj. Maimanah menekankan bahwa kesinambungan antara nilai agama, sosial, dan budaya dalam perayaan Maulid perlu terus dijaga. Peran perempuan juga patut mendapat apresiasi tanpa mengesampingkan kontribusi laki-laki dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....